Netizen Jangan Gupuh Orang Gila Mengamuk


MALANG - Media sosial kembali menghebohkan masyarakat dunia maya Malang dengan postingan tentang isu orang gila. Pagi kemarin, postingan medsos menyebut ada seorang gila bernama Suliyanto, warga Sukoanyar, Cokro, Pakis mengamuk sambil membawa celurit di Desa Bunut Wetan, Pakis.
Pria ini diklaim berada di depan toko bangunan sebelah barat Masjid Darussalam Bunut Wetan. Dalam postingan tersebut, Suliyanto disebut mengamuk serta mengayunkan celurit ke jalan raya dan pengguna jalan. Pengendara motor disebut-sebut ketakutan dengan aksi yang diklaim dilakukan oleh Suliyanto.
Polsek Pakis, disebut mempersuasi pria gila tersebut. Namun, Suliyanto diklaim melarikan diri dari upaya pengamanan petugas.  Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, memastikan bahwa orang gila bernama Suliyanto memang sudah diamankan di Polsek Pakis.  “Dia diantarkan ke RSJ Lawang,” tegasnya.
“Tapi, dia tidak mengamuk dan tidak mengayunkan celurit ke pengguna jalan,” tambahnya kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin. Menurut Ujung, pria dengan gangguan jiwa ini hanya berdiri di pinggir jalan, sambil membawa sebuah gitar. Sementara, celurit itu tergeletak di sekitar TKP dalam sebuah tas.
“Di sekitar TKP ada tas dan sabit biasa dan itu dianggap oleh orang lain, sebagai milik pria dengan gangguan jiwa itu. Saat diamankan, orang dengan gangguan jiwa ini hanya membawa gitar. Orang sekitar sangat tahu, bahwa tidak ada orang mengamuk di tengah jalan,” urainya,
Menurut Ujung, informasi soal pria yang mengayunkan celurit ini, sudah didistorsi oleh orang tidak bertanggungjawab. Dia berharap netizen termasuk warga Malang, tidak mudah gupuh dengan adanya isu-isu dan berita hoax semacam itu.  “Kita tidak boleh gupuhan, kita harus cerdas dalam mencerna,” pintanya.
“Informasi dalam media sosial, acapkali terdistorsi, tidak sesuai dengan kenyataan dan banyak hoax. Kami meyakini masyarakat Kabupaten Malang, sudah bijak dan tidak terpancing isu murahan di medsos,” jelas Ujung. Ia mengapresiasi warga dalam menanggapi orang gila yang dikatakan menyerang ulama di Lawang dan Pakis.
Perwira menengah Polri ini menyebut warga sudah cerdas dengan tidak melakukan aksi main hakim sendiri, namun menghubungi petugas polisi untuk pengamanan. “Dari 46 isu orang gila yang muncul, hanya 4 kasus yang fakta, 4 kasus ini termasuk kasus Tangerang, dan sudah diungkap kepolisian,” papar dia.
“Pelakunya memang orang gila dan yang menyatakan gila adalah rumah sakit atau dokter, bukan polisi. Jangan resah berlebihan, tapi tetap waspada,” sambungnya. Berhubungan dengan ini, ia bertemu dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran instansi pemerintah dan militer, mendeklarasikan anti hoax. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :