Ngomong Bola, Hj. Fariyal Naftalin Yakin Ekonomi Masyarakat Meningkat


KEPANJEN - Di sela-sela kegiatan pencalegan, Hj. Fariyal Naftalin, SE berusaha bersantai. Jumat (22/2) sore dengan nonton pertandingan Arema FC melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Malang. Ia didampingi Manajer Hubungan Internasional Arema, Fuad Ardiansyah.
“Asyik ternyata nonton pertandingan bola,” cetus wanita ini. Menurutnya, tidak dipungkiri  bila sepakbola menjadi olahraga yang sangat digemari seluruh warga dunia termasuk Indonesia.
“Even-even perhelatan sepakbola menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Banyak orang yang tiba-tiba menggemari sepakbola bahkan sampai tingkat fanatik,” ungkap Ketua Perempuan, Sosial dan  Hubungan Internasional DPD Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Jatim itu.
Tentunya, lanjut Neng Fey, sapaan akrabnya, banyak sekali usaha-usaha yang kemudian menjadi buruan masyarakat untuk peningkatan ekonominya. “Baik untuk mendapatkan barang yang diinginkannya atau hanya sekedar memakai jasa dari fasilitas yang telah disediakan,” ujarnya.
Anggota Bappilu Golkar Jatim ini menyontohkan, perekonomian masyarakat semakin naik dengan maraknya penjualan aksesoris yang sangat erat kaitannya dengan sepakbola, pembuatan jersey tim ataupun negara. Bahkan termasuk lapangan sepak bola atau futsal yang kian penuh.
Artinya, kata Kordapil Malang Raya (khususnya Kota Malang) ini, perputaran uang dalam sepakbola tidak terhitung lagi besarnya. “Asalkan memang bagus pengelolaannya, bisnis-bisnis yang terkait dengan tim kesayangan baik di lokal, Indonesia hingga luar negeri pun tidak gampang mati,” ungkap dia.
“Mas Fuad Ardiansyah mengatakan, penonton pertandingan Arema FC lawan Persib Bandung saja sudah 27 ribuan. Luar biasa pengaruhnya pada bisnis yang berhubungan dengan sepakbola,” tegasnya dibenarkan Fuad yang juga maju dalam pencalegan di Kecamatan Blimbing.
“Tidak dipungkiri lagi sepakbola telah mempunyai dampak yang cukup besar bagi sebuah Negara, tak terkecuali Indonesia. Kompetisi rutin setiap tahunnya menjadikan sepakbola terus ramai. Para pedagang kaos dan makanan mendapatkan omzet yang berlipat,” tutupnya. (mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :