PascaKebakaran Pasar Lawang, Bidang Cipta Karya Akan Lakukan Uji Kelayakan


MALANG – Nasib pedagang Pasar Lawang akan ditentukan Selasa (23/4). Hal tersebut setelah Pemerintah Kabupaten Malang melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak. Kepala Dinas  Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Malang, Pantjaning Sri Redjeki mengatakan, jika sejak Sabtu (20/4) lalu, pihaknya fokus pada pembersihan. Setelah kondisi Pasar Lawang betul-betul kondusif dan aman. ”Kamis dan Jumat lalu, kami masih fokus pemadaman. Pedagang tak bisa masuk, karena kondisinya masih bahaya. Baru  (Sabtu, red.) kami melakukan pembersihan dan hari ini,’’ kata Pantja.
Dia mengatakan, pembersihan hari ini selain ada bantuan truk untuk mengangkut bekas-bekas kebakaran, pihaknya juga mendapatkan bantuan ekskavator yang dibantu Dinas PU Binamarga.
”Kami minta bantuan agar lebih cepat selesai. Alhamdulillah, sampai dengan sore ini (kemarin, red.)  sudah lebih 50 persen dapat dibersihkan,’’ tambahnya.
Dalam pembersihan ini, Pantja mengatakan, pihaknya terus melakukan inventarisasi, agar mendapatkan data akurat, unit yang terbakar. Dia juga mengatakan jika, dari data awal, unit yang terbakar berkurang. Sebelumnya, pihaknya merilis unit yang terbakar sejumlah 559. Namun dari update data yang dilakukan, unit yang terbakar di pasar Lawang 453 unit. Dengan rincian, 2 unit toko, 123 bedak dan 328 los.
”106 unit yang sebelumnya terdata ternyata hanya terdampak. Maksudnya, materi yang ada di dalam sudah diamankan, dan pedagang  tak mengalami kerugian,’’ ungkapnya.
Pembersihan ini akan dilanjutkan hingga selesai. Selain pembersihan, Pantja juga telah berkoordinasi dengan Bidang Cipta Karya, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya untuk melakukan uji kelaikan bangunan. Mengingat, pasca api membakar bangunan, tembok di Pasar Lawang banyak yang retak. Dari uji kelaikan bangunan ini, akan menjadi acuan, penanganan pasar Lawang selanjutnya. ”Apakah cukup di renovasi, atau dbongkar total, dari hasil uji kelaikan bangunan itulah yang menentukan,’’ tambah Panjta.
Rencananya, tim dari Bidang Cipta Karya Kabupaten Malang akan datang melakukan uji kelaikan bangunan Senin (22/4). ”Kami sudah berkoordinasi. Insya Allah besok tim dari Cipta Karya datang. Setelah itu, Selasa (23/4) kami melakukan rakor, dengan beberapa dinas terkait bersama pak Sekda, sekaligus menentukan waktu dan dimana relokasi pedagang Pasar Lawang dilakukan,’’ tambahnya.
Pantja mengatakan tidak memiliki anggaran untuk relokasi. Dia menyebutkan, untuk relokasi semuanya dibebankan kepada pedagang. Sementara pemerintah menurut dia hanya menyediakan tempat saja. ”Setelah tempatnya ada, pedagang bisa membangun toko atau lapaknya. Saat kondisi Pasar Lawang sudah siap, pedagang bisa membongkar tempat relokasinya, untuk kembali ke Pasar Lawang,’’ tambahnya.
Selain itu, saat ini sedang membuat proposal kepada Kementrian Perdagangan, yang berisi permintaan bantuan. Pasalnya, jika dibangun menggunakan APBD, dia memastikan, akan memakan waktu lama. Sehingga agar prosesnya lebih cepat, dia memutuskan meminta bantuan penanganan Pasar Lawang. ”Nanti Pak Wabup saat ke Jakarta yang akan menyampaikan proposal. Semoga bisa di ACC dan cepat ditangani, sehingga Pasar Lawang kembali beroperasi,’’ tandasnya. (ira/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :