Pekan Ini Masih Dihantui Angin Kencang


MALANG - Angin kencang yang saat ini terjadi merupakan dampak dari adanya siklon tropis riley. Hal ini diungkapkan  Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates, Musripan. Dihubungi Malang Post, Musripan mengatakan jika dari dinamika atmosfer terpantau masih terdapat siklon tropis riley yang berpusat di Samudera Hindia Selatan di Nusa Tenggara Barat.
"Siklon tropis riley yang terjadi memicu terjadinya hujan lebat, petir dan angin kencang," katanya.
Musripan menguraikan, dari data BMKG Juanda, kondisi cuaca untuk wilayah Jawa Timur pada pagi hari umumnya berawan. Di beberapa daerah juga berkabut dan ada juga hujan dengan intensitas sedang hingga lebat namun bersifat lokal.
Sementara di siang hingga sore hari, kondisi cuaca rata-rata mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Begitu juga di malam hari.
"Kecepatan angin antara 0,5  hingga 40 kilometer per jam. Cukup kencang, karena normal angin hanya 9 kilometer per jam. Ini karena dampak siklon tropis riley," katanya tentang cuaca kemarin.
Siklon tropis riley dikatakan Musripan akan terjadi hingga akhir Januari. Hal ini sesuai data analisis dari dinamika admosfer dan pergerakan angin, terpantau siklon tropis riley bergerak secara perlahan.
 Sebelumnya BMKG pusat merilis angin kencang yang berhembus adalah jenis monsun. Musripan pun membenarkan itu. Dia menguraikan, monsun adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal tiga bulan). Angin Monsun dikatakan Musripan biasanya dari arah Barat dan angin ini membawa uap air sehingga berpotensi hujan dan angin. Hembusan angin jenis monsun ini memicu terjadinya siklon, yakni  siklon tropis riley.
"Beberapa waktu lalu terpantau ada beberapa bibit siklon di Samudera Hindia, salah satunya siklon tropis riley ini. Dan siklon ini terjadi sampai dengan saat ini," tandasnya.(eri/ica/tea/ira/van)

Berita Lainnya :