Pemilik Akui Buang Limbah ke Sungai

 
MALANG - Pemilik pabrik pengolahan biji plastik CV. Jaya Makmur, Jalan Kauman Pakisaji, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Reskrim Polres Malang. Pemanggilannya terkait persoalan limbah yang dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Mereka datang untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (20/3) lalu. 
"Pemilik sudah kami mintai keterangan. Ada tiga orang yang diketahui sebagai pemilik, yang kami periksa," ujar Kanit Idik III Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Haris Akbar. 
Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengakui memang membuang cairan limbah pabrik ke sungai. Alasannya, karena menganggap bahwa air dari pabrik yang dibuang ke sungai, tidak berbahaya ataupun mencemari lingkungan. 
"Kalau pembuangan air ke sungai memang diakui. Alasannya ya dianggap kalau cairannya tidak berbahaya," tutur Rizal, sapaan akrab Afrizal Haris Akbar. 
Terkait keterangan lain, Rizal mengatakan masih belum bisa menyampaikan kepada media. Alasannya karena hasil pemeriksaan nantinya akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu. Apakah ada pelanggarannya atau tidak. 
"Kami belum berani memberikan kesimpulan. Karena nanti yang menentukan adalah pimpinan gelar perkara," ujarnya. 
Hanya saja, selain menunggu hasil gelar perkara, penyidik Satreskrim Polres Malang juga menunggu hasil penelitian limbah di Dinas Lingkungan Hidup. Sampel limbah air dan udara yang dijadikan barang bukti, akan dikirim ke Dinas Lingkungan Hidup untuk dicek. 
Bagaimana dengan izin produksinya? Menurut Rizal, dari keterangan pemilik, izin usahanya adalah untuk pengolahan karet. Bukan pengolahan biji plastik. Namun dalam kenyataannya, selama dua bulan beroperasi CV. Jaya Makmur justru mengelola biji plastik. 
"Pengakuannya memang itu (pengolahan karet, buka pengolahan biji plastik, red). Tetapi kami masih terus mendalami dulu kasusnya," urainya.(agp/lim)

Berita Lainnya :