Pemkab Godok Klausul Kerja Sama Kelola Wendit


MALANG – Taman Wisata Air Wendit perlu menggandeng pihak ketiga untuk meningkatkan pengelolaan, kualitas wisata dan peningkatan pendapatan asli daerahnya. Karenanya, Pemkab Malang menggodok klausul joint pihak ketiga untuk mengelola BUMD tersebut. Hanya saja, Pihak Pemkab Malang masih meraba-raba, sistem kerja sama seperti apa yang akan digunakan.
Sudut pandang kerja sama yang dibangun oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang adalah kerja sama pihak ketiga yang menguntungkan masyarakat dan Pemkab Malang. “Evaluasi masih kami teruskan, karena perlu digodok bentuk kerja sama yang tepat seperti apa,” kata Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Mulyono kepada wartawan.
Pihak Pemkab Malang, memang cukup pusing untuk menentukan bagaimana sistem kerja sama yang pas demi menghidupkan Wendit, yang sekarat dari segi pendapatan dan inovasi. Kendati Feasibility Study (Studi Kelayakan) telah dilaksanakan, Pemkab belum memastikan formula kerja sama yang bisa menguntungkan masyarakat dan pemerintah dari segi pendapatan daerah.
Taman Wisata Air Wendit mumpuni secara lahan dan sumber daya, tapi daya tariknya masih minim. Dibandingkan wisata buatan Hawai Waterpark yang berada di kawasan perbatasan Kota-Kabupaten, Taman Wisata Air Wendit tertinggal jauh. Selain konsep kerja sama, Pemkab Malang sendiri tengah memperjuangkan sertifikasi lahan Wendit.
Dua bidang lahan dijadwalkan selesai sertifikasi pada Agusus 2019. Setelah penggodokan konsep memasuki titik kulminasi, Pemkab Malang dan pihak ketiga akan memasuki fase pemantapan dan penandatanganan MoU. Didik berharap seluruh tahapan bisa dilalui sehingga proses ini segera finish. “Semoga dalam waktu dekat ini,” tambah Didik.
Belum lama ini, PT Inti Composite Figlasindo Utama dari Jawa Barat disebut-sebut menyatakan diri tertarik untuk mengelola Wendit. Dengan klaim bisa mengucurkan dana belasan miliar rupiah, PT Inti mau menjadikan Wendit wisata air yang terjangkau. Disebut-sebut, Wendit paska dikerjasamakan, bisa menghasilkan PAD hingga Rp 400 juta per tahun.
Hanya saja, kepastian siapa pihak ketiga yang akan mengelola Wisata Air Wendit, masih belum muncul ke permukaan. Namun, Wakil Bupati Malang H M Sanusi menegaskan, siapapun pihak swasta yang akan mengelola Wendit, Pemkab Malang sudah memasang beberapa rambu-rambu yang tak boleh dilanggar.
Antara lain, tarif masuk wisata yang harus menjangkau semua kalangan, melibatkan masyarakat sekitar Wendit, serta melestarikan sumber mata air Sendang Widodaren. “Ini taman wisata rakyat, harus tetap seperti itu. Jangan sampai mahal, semua kalangan harus bisa menikmati,” tutupnya. (fin/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :