Penulis Buku Panduan SD Tak Mengerti Sejarah


KEPANJEN -  Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Kabupaten Malang menyikapi beredarnya buku panduan Sekolah Dasar (SD), yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi radikal. Penulis buku dianggap salah kaprah dan tidak menguasai sejarah.
Demikian disampaikan Ketua LP Ma’arif, Dr Hasan Abadi Sag, MAP. “Istilah yang digunakan biasanya non-cooperation saja. Karena sejak awal NU didirikan tidak mau bekerjasama dengan Belanda,” terangnya.
“Apalagi pada awal berdirinya NU adalah ormas keagamaan bukan partai politik. Ini ada unsur kesengajaan, atau penulisnya tidak menguasai sejarah,” ungkap Hasan. Seperti diketahui, beredar buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 bertema Peristiwa Dalam Kehidupan.
Buku itu dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk siswa kelas V SD/MI, tertulis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi radikal sama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal itu terdapat pada halaman 45 pada buku setebal 226 halaman.
Bunyi tulisannya adalah: ‘Perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah pada abad ke 20 disebut masa radikal karena pergerakan pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal atau keras terhadap Pemerintah Hindia Belanda”.
“Mereka menggunakan asas nonkooperatif atau  tidak mau bekerjasama. Organisasi organisasi yang bersifat radikal adalah Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlatul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI)”.

Berita Terkait

Berita Lainnya :