Penyebab Matinya 12 Rusa Karena Binatang Buas


MALANG - Matinya 12 rusa di Coban Jahe, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dipastikan karena gigitan binatang buas jenis carnivora. Kepastian itu disampaikan Kepala Resort Pemangku Hutan (RPH) Sukopuro, Furkon saat mendatangi Polsek Jabung Selasa (22/1) siang. "Hasil otopsi yang dilakukan dokter hewan, penyebab kematian 12 rusa di Coban Jahe karena kehabisan darah akibat gigitan binatang buas jenis carnivora," katanya.
Bukan itu saja, binatang buas yang menjadi penyebab kematian kelompok rusa tutul ini juga dikuatkan dengan jejak kaki yang tertinggal di TKP. "Kalau jenisnya belum diketahui. Tapi yang jelas binatang buas tersebut memiliki taring, dan kuku yang panjang. Itu dibuktikan dengan bekas gigitan yang ada di leher rusa, serta ada bekas cakaran di beberapa badan rusa," tambahnya.
Darimana binatang buas itu berasal? Furkon sendiri belum dapat memastikan. Tapi dia menduga hewan-hewan buas yang menggigit 12 rusa itu datang secara berkelompok. Apalagi di sekitar TKP juga terlihat kaki yang diduga milik kelompok binatang  buas. "Semua hasil penyelidikan kami di lapangan, termasuk hasil otopsi yang dikeluarkan oleh dokter hewan sudah kami sampaikan ke Kapolsek Jabung," tandas Furkon.
Sementara itu, Kapolsek Jabung AKP Samsul Arifin saat dikonfirmasi terkait dengan lanjutan penyidikan tewasnya 12 rusa di Coban Jahe secara misterius juga mengatakan jika penyebab kematian rusa karena gigitan binatang buas. "Selain laporan dari petugas RPH, hasil penyidikan kami di TKP juga menguatkan dugaan bahwa binatang buas yang menyebabkan matinya rusa - rusa Coban Jahe," katanya.
Berkaca dari kasus tersebut, Samsul mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di perbatasan hutan untuk selalu waspada dan meningkatkan kegiatan Siskamling. Alasannya jelas, berkaca pada kasus tersebut tak menutup kemungkinan kelompok binatang buas mendatangi pemukiman warga. "Di pemukiman banyak ternak milik warga. Peningkatan Siskamling untuk mengantisipasi binatang buas menyerang atau memangsa peternakan warga," ungkapnya.
Perwira pertama dengan tiga balok di pundak ini juga meminta warga agar tidak resah. Sekaligus tak mempercayai hal-hal yang belum diketahui kebenarannya. (ira/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :