PKL Bandel Bisa Kurangi Penilaian Adipura


KEPANJEN – Jelang penilaian Adipura yang dilakukan pada akhir bulan ini, sejumlah tempat di Kota Kepanjen masih belum tertata rapi. Salah satunya keberadaan PKL yang terpantau masih membandel dengan berjualan di depan RSUD Kanjuruhan . Hal ini membuat kondisi di kawasan tersebut tampak semrawut dengan keberadaan PKL itu.
Pantauan di lapangan, para PKL tersebut masih berjualan di trotoar. Bedanya, mereka sudah tidak lagi menggelar terpal dan karpet. Mereka berjualan hanya menggunakan rombong. Sehingga, mereka siap apabila ditertibkan sewaktu-waktu oleh Satpol PP. Apalagi Satpol PP sebelumnya sudah memberikan warning dan sosialisasi kepada PKL.
“Untuk menertibkan mereka (PKL) kami lebih mengutamakan menggunakan cara persuasif,” ujar Camat Kepanjen Abai Saleh. Dia menjelaskan, penindakan akan dilakukan apabila mereka benar-benar membandel. Dalam hal ini penindakan dilakukan oleh Kasi Ketentraman, Keamanan dan Ketertiban (Trantib) bersama petugas Satpol PP.
“Kalau untuk penindakan berupa penertiban itu merupakan ranah dari Satpol PP,” imbuh mantan Camat Sumbermanjing Wetan (Sumawe) ini. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Budi Iswoyo sebelumnya menegaskan bahwa pada penilaian pertama Kota Kepanjen sudah mendapatkan nilai 75 poin.
Artinya, kata dia, Kota Kepanjen sudah dipastikan mendapatkan penghargaan Adipura hingga fase penilaian pertama. “Tentunya kami harap mendapat nilai tambahan saat dilakukan penilaian lapangan nanti,” ucapnya terpisah. Untuk mendapat nilai tambah, kata dia, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan dan menciptakan terobosan baru.
Di antaranya dia menyebut dengan menciptakan program Kepanjen Berbunga dan penambahan timbangan sampah digital di TPA Talangagung. Namun, katanya, semua itu akan percuma apabila saat penilaian lapang nanti nilai dari Kota Kepanjen berkurang. Karena dewan juri memiliki hak untuk menambahkan maupun mengurangi nilai.
“Tentunya untuk penilaian itu merupakan ranah dari tim dewan juri. Ada beberapa indikator penilaian yang dilakukan,” tuturnya. Termasuk dia tidak memungkiri penataan Kota yang masih belum rapi dan keberadaan PKL bisa saja mengurangi poin yang telah didadapatkan Kota Kepanjen pada saat penilaian pertama yang lalu.
“Kami berharap kepada seluruh pihak turut mendukung maupun berpartisipasi, supaya Kota Kepanjen dapat meraih Adipura kembali,” pungkasnya. (big/lim)

Berita Terkait