Polisi Temukan Pelanggaran, Pabrik Plastik CV. Jaya Makmur


MALANG – Diam-diam Polres Malang menyelidiki kasus limbah plastik CV. Jaya Makmur di Jalan Kauman, Pakisaji yang dikeluhkan oleh warga. Bahkan, polisi menduga ada pelanggaran pidananya. Karenanya sejak Jumat (16/3) lalu, Satreskrim Polres Malang telah menutup pabrik pengolahan biji plastik itu dengan memasang garis polisi.
Demikian disampaikan Kanit Idik III Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris kepada Malang Post kemarin. Ia mengatakan, bahwa Polres Malang menutup pabrik dengan memasang police line, untuk menjaga status quo atau supaya pabrik tetap steril selama proses penyelidikan.
“Kami lakukan penyelidikan soal pabrik itu, setelah ada pengaduan masyarakat (Dumas). Kemudian pada hari Jumat kami langsung menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi pabrik,” ungkap Ipda Afrizal Akbar Haris.
Kedatangan polisi ini, selain menutup pabrik, juga melakukan penyelidikan sekaligus mengambil sampel limbah yang dikeluhkan oleh masyarakat. Baik itu limbah air yang dibuang ke sungai, ataupun limbah asap yang selama ini dikeluhkan. “Sejak Jumat itu, kami juga sudah memanggil pemiliknya warga Sidoarjo. Tetapi sampai sekarang mereka belum menghadap, padahal keterangannya kami butuhkan,” jelas Afrizal.
Sampel limbah air dan udara yang diamankan tersebut, lanjutnya, akan segera dibawa ke Dinas Lingkungan Hidup untuk dicek apakah limbah yang dikeluarkan oleh pabrik tidak sesuai dengan baku mutu. Selain itu, Polres Malang juga akan memanggil saksi ahli dari Dinas Lingkungan Hidup.
Dari olah TKP dan penyelidikan sementara apakah ada pelanggaran? Afrizal menegaskan, memang ada dugaan pelanggarannya. Salah satunya adalah pengelolaannya mengambil air dari sungai, yang kemudian air limbahnya dibuang ke sungai. Hal itu diakui sudah melanggar Undang-Undang.
Selain itu, terkait dengan izin usaha pabrik juga diketahui telah melanggar. Karena keterangan awal izinnya adalah untuk pengolahan karet. Namun kenyataannya menjadi pengolahan biji plastik. “Dari situ jelas terindikasi ada pelanggaran. Jika memang hasil penyelidikan kami temukan pidananya, maka pabrik akan ditutup dan pemilik diproses sesuai prosedur. Yakni terkait pidana tentang lingkungan hidup, izin usaha ataupun pemanfaatan airnya,” tegasnya.
Sebelumnya, keberadaan pabrik pengolahan biji plastik di Jalan Kauman, Pakisaji ini diprotes warga sekitar. Masyarakat selama ini resah karena limbah dari CV Jaya Makmur tersebut, baunya sangat menyengat dan polusinya mengganggu pernafasan. Warga berharap supaya perusahaan yang ada di tengah perkampungan itu segera ditutup.
Bahkan karena tidak tahan dengan bau limbah itu, beberapa warga sempat ada yang mengungsi ke rumah kerabatnya di Wagir, setiap malam hari. Sebab, bau limbah asap plastik tercium setelah habis maghrib sampai subuh.(agp/lim)

Berita Lainnya :