Produksi Padi di Kabupaten Surplus


Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Dr Budiar Anwar melihat kondisi padi di Taman Edukasi padi Desa Banjararum beberapa waktu lalu.
 
 
SINGOSARI - Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Dr Budiar Anwar, yakin produksi padi di Kabupaten Malang pada tahun ini aman. Keyakinan tersebut didasari selama dua tahun terakhir, produksi padi di Kabupaten Malang terus mengalami surplus. Seperti pada 2017 lalu, surplus padi di Kabupaten Malang mencapai 76 ton. Sedangkan tahun 2018 surplus padi mencapai 79 ton.
Karenanya, mantan Kabag Umum, Kabupaten Malang ini yakin tahun 2019 ini produksi padi di Kapupaten Malang akan meningkat. "Tahun 2017 lalu, produksi padi kami mencapai 493 ton, dan naik 496 ton di tahun 2018. Tahun ini target kami produksi mencapai 400 ton, dengan surplus 80 ton," ungkapnya.
Untuk mencapai itu, dia pun terus aktif melakukan komunikasi dengan para petani. Sehingga saat ada permasalahan, langsung bisa ditangani. "Kalau bicara produksi padi kan tak sekadar masalah varietas. Tapi juga bagaimana tanaman padi ini tak diserang hama penyakit. Sehingga padi tumbuh subur, dan tentu saja dampaknya adalah kesejahteraan para petani meningkat," tandasnya. 
Serangan hama penyakit, kata Budiar, memang membuat was-was. Apalagi musim hujan. Dengan udara yang lebih lembab, padi rentan penyakit. "Apalagi kalau jarak antara padi berdekatan, itu juga semakin membuat kami was-was, karena penyakit atau hama padi juga meningkat," urainya. 
Lantaran itu, Budiar meminta petani tidak putus asa, dan terus merawat padi dengan baik, agar padi tumbuh lebih baik," tandasnya. 
Menyoal gencarnya pembangunan di wilayah Kabupaten Malang, menurutnya, tak mengurangi lahan pertanian. Sebaliknya, luas lahan pertanian di wilayah ini justru naik satu hektar dari tahun sebelumnya. Budiar Anwar, menyebutkan jika tahun 2017 lalu, luas lahan pertanian di Kabupaten Malang hanya 72 ribu hektare. Sedangkan tahun 2018 menjadi 73 ribu hektare. Luasnya lahan tersebut sesuai dengan perhitungan satu tahun. "Luas baku tanah sawah di Kabupaten Malang ini adalah, 45.888 hektare. Satu tahun ada yang masa tanamnya satu hingga dua kali. Nach tahun 2017 lalu, dalam hitungan satu tahun, atau masa tanam dua kali, lahan yang digunakan mencapai 72 ribu hektare. Sedangkan tahun 2018 ada kenaikan 73 ribu hektare," kata Budiar.
Jumlah itu dikatakan Budiar dapat bertambah di tahun ini. Apalagi, saat ini edukasi petani semakin bagus Terhadap pertanian.  Sehingga mereka semakin gencar menanam padi. Bukan itu saja, Budiar juga mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama petani untuk tidak tergiur dengan uang, hingga menjual lahan pertanian untuk dibangun gedung maupun perumahan. (ira/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :