Putting Beliung Mengamuk di Gondanglegi

 
MALANG – Bencana alam masih membayangi Kabupaten Malang pada musim hujan ini. Setelah terjadi bencana tanah gerak di Desa Jombok Kecamatan Ngantang, awal bulan lalu, kali ini angin puting beliung mengamuk di Dusun Bedali RT 13 RW01 Desa Sukorejo Kecamatan Gondanglegi, pada Minggu (11/2) petang.
Akibatnya tiga rumah di tempat tersebut mengalami kerusakan parah. Dengan rincian satu rumah milik Toyib mengalami kerusakan berat. Sedangkan dua rumah milik Husni Karim dan Mujtaba mengalami rusak sedang. Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa angin puting beliung itu terjadi sekira pukul 16.45.
Saat itu, diawali dengan mendung gelap terjadi di langit. Tidak berselang lama, warga dikejutkan dengan terjadinya angin kencang secara tiba-tiba. Angin puting beliung itu merusakan tiga rumah hingga atap rumah terangkat.
Lantaran terjadi angin kencang, perangkat desa melaporkan kejadian ini kepada Tagana Kabupaten Malang. Petugas Tagana yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan asesmen dan menghitung jumlah kerugian. 
“Total kerugian sebesar Rp 20 juta. Kerusakan paling parah ada pada rumah milik Bapak Toyib. Dua rumah lainnya rusak sedang dan atapnya rusak,” ujar Humas Tagana Kabupaten Malang Ali Usman kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, setelah asesmen maupun pendataan selesai dilakukan, pihaknya hari ini membantu warga membersihkan bongkahan material akibat angin puting beliung. Selain itu, juga memberikan bantuan berupa sembako, terpal dan pakaian kepada para korban. Karena yang dibutuhkan korban adalah pakaian serta terpal.
“Kami sudah memberikan bantuan tersebut bagi para korban. Semoga bantuan yang diberikan ini dapat mengurangi derita bagi para korban,” tuturnya.
Kemudian dia mengimbau kepada warga supaya meningatkan kewaspadaan. Lantaran curah hujan saat ini sangat tinggi. Sehingga rawan terjadi bencana angin puting beliun dan tanah longsor.
“Meski intensitasnya tidak terlalu tinggi, namun curah hujannya atau volumenya sangat tinggi. Apalagi curah hujan belakangan ini juga disertai angin kencang. Sehingga masyarakat kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaanya,” kata dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tingginya curah hujan diprediksi terjadi hingga awal bulan Maret nanti.
“Selain angin puting beliung, kami juga mewaspadai potensi terjadinya pohon tumbang, banjir, serta tanah longsor,” terangnya.
Pihaknya juga menyiagakan petugas Tagana di seluruh desa untuk membantu masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam. (big/lim)      

Berita Terkait

Berita Lainnya :