Resah Garam Campur Kaca


PONCOKUSUMO - Warga Dusun Ketitang, Desa Pajaran, Poncokusumo resah terkait dengan ditemukannya garam bercampur kaca di wilayah itu. Kondisi ini sesuai prediksi serta kehkawatiran dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang terhadap potensi peredaran komoditi oplosan.
Kepada Malang Post, Moch Ali, salah seorang warga mengatakan, temuan garam bercampur kaca itu pada hari Jumat (25/6) lalu. Saat itu, dirinya membeli garam halus merek Dua Putri di warung milik Pinasih, warga lainnya di dusun tersebut 
Garam tersebut dibawanya pulang ke rumah sebagai bahan untuk memasak sayur mayur. “Saat hendak makan dengan nasi dicampur sayur tersebut, saya merasakan ada benda keras. Setelah saya keluarkan dari mulut, ada butiran atau serbuk kaca,” ujar dia.
Untuk memastikan kaca atau bukan, ia mencoba mencampurkan benda keras tersebut menggunakan air, tetapi tidak larut. Dia juga mengeluarkan garam yang berada di bungkus tersebut dan melarutkannya dengan air.
“Hasilnya, memang tidak larut dengan air. Ada benda keras yang saya yakini itu berupa kaca,” terangnya. Spontan, dia memberitahukan temuannya itu kepada warga sekitar. Berita tentang garam bercampur kaca itu lantas menyebar dengan cepat.
Warga pun resah terhadap peredaran garam dioplos dengan kaca tersebut. Kemudian warga berinisiatif mengecek seluruh garam untuk memastikan tidak dioplos dengan kaca. Hasilnya, terdapat satu lagi merek garam yang dioplos yakni garam Kama Jaya.
Bungkus garam Kama Jaya ini memiliki logo wayang dan diproduksi UD By Madura Jaya. “Sama dengan Dua Putri, garam Kama Jaya ini juga tidak larut dengan air,” tegasnya. Ali mengaku membuang separuh garam yang dibeli ke tempat sampah.
Sedangkan sisanya disimpan untuk diserahkan ke kepolisian atau Disperindag. “Saat ini warga lebih berhati-hati lagi ketika membeli garam,” tuturnya. Dia menduga, penyebab terjadinya garam oplosan tersebut lantaran saat ini keberadaan garam di pasaran langka dan stoknya terbatas.
Kabid Perdagangan, Disperindag Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal mengaku segera mengecek kebenaran garam bercampur kaca itu. “Sebelumnya di Pasar Kepanjen ada informasi garam bercampur kaca adalah hoax. Kalau Poncokusumo kami lakukan pengecekan terlebih dahulu,” ucapnya. (big/mar)
SKATEK 022 FOR MALANG POST
SUKSES : Para prajurit Skatek 022 Lanud Abd Saleh berfoto bersama usai sukses mengganti mesin PT6A-68C pesawat terbang Super Tucano no TT 3103
Skatek 022 Ganti Mesin Super Tucano // judul
PAKIS- Skadron Teknik (Skatek) 022 Lanud Abd Saleh mengemban misi penting mengganti mesin PT6A-68C pesawat terbang Super Tucano no TT 3103. Misi yang baru dijalankan perdana oleh skadron ini berlangsung sukses.
Tujuan misi ini, meningkatkan kemampuan pesawat yang didatangkan ke Lanud Abd Saleh sejak tahun 2014 silam. Sejumlah prajurit TNI AU dari skadron tersebut berupaya mengganti mesin pesawat Super Tucano.
Hal ini dilaksanakan setelah ditemukan Oil Leak pada Compressor Inlet Case pada saat melaksanakan test flight. Ketika dicoba melaksanakan trouble shooting dengan dibantu personel dari Pratt and Whitney Canada, hasil masih tetap sama
“Sehingga harus dilaksanakan penggantian engine. Selain memperbaiki mesin pesawat, tujuan lainnya untuk meningkatkan kemapuan pesawat ini pula,” ujar Komandan Skatek 022, Letkol Tek Sidik Dhani Broto Nugroho ST MM Map.
Dia menjelaskan, jenis mesin pesawat itu  Turbo Prop Engine PT6A-68C buatan parikan Pratt and Whitney Canada.  Mesin ini memiliki tenaga 1600 hp, lebar 483 mm, tinggi 483 mm, panjang 1,83 m dan merupakan varian ke 30 dari jenisnya.
“Sehingga, memiliki kemapuan lebih baik lagi dalam menjalan misi yang diembankan pesawat ini, terutama misi latihan bagi para pilot,” ungkap perwira menengah TNI AU tersebut. Dia menjelaskan, penggantian mesin tersebut melalui berpedoman Maintenance Manual.
Misi tersebut, terangnya, dipimpin perwira proyek Kapten Tek Suwarno. Misi yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini selesai, Kamis (24/8) lalu dan dilakukan test flight. Hasilnya dinyatakan siap untuk terbang.
“Meski menjalankan misi ini baru pertama kali,  kami dari kesatuan Skatek 022 berhasil melakukannya dengan sempurna. Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi kami. Pesawat Super Tucano juga diserahkan kembali ke Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh,” tutupnya. (big/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :