RSJ Lawang Optimis Raih Akreditasi Internasional


MALANG - Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, mendapat kunjungan tim surveior Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) versi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), Senin (14/1). Kedatangan tim surveior ini untuk melakukan akreditasi ulang.
Ada tujuh orang tim surveior yang mendatangi RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang. Yakni dr Tedjo Wahyu Putranto MM MARS, dr Mary S Maryam Mha PhD, Raida Simanjuntak SKp MARS, Didin Syaefudin SKp MARS, Dr dr H Hanny Ronosulistyo SpOG (K) MM, dr Eka Viora SpKJ, dan dr Dahsriati SpKJ.
"Proses akreditasi ini, berlangsung selama lima hari. Mulai hari ini (kemarin) sampai Jumat mendatang," ujar Direktur Utama RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, dr Siti Khalimah SpKJ MARS.
Akreditasi ulang ini, karena status akreditasi RSJ Lawang telah habis pada bulan November 2018 lalu. Status akreditasi tersebut sendiri hanya berlaku selama tiga tahun. RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, merupakan rumah sakit tipe A.
Sebelum akreditasinya habis bulan November lalu, RSJ Lawang memiliki akreditasi paripurna atau bintang lima dari KARS. Untuk akreditasi kali ini, mengajukan status akreditasi internasional atau bintang enam.
"KARS ini adalah tim independen, tidak terpengaruh siapapun. Kami berani mengajukan standar akreditasi internasional, karena pelayanan yang kami berikan selama ini sangat bermutu," terangnya.
Lebih lanjut, dikatakannya bahwa penilaian akreditasi paripurna dengan internasional tidak sama. Poin penilaiannya lebih tinggi. Setidaknya ada 16 bab penilaian untuk akreditasi internasional.
"Kalau akreditasi paripurna 80 persen, kita sudah terpenuhi.  Sekarang kita berani ambil internasional bintang enam, sehingga dari 16 bab  harus diatas 95 nilainya," tegasnya. Dikatakannya, RSJ Lawang adalah yang kali pertama berani mengajukan akreditasi internasional atau bintang enam.
Kendati harus menunggu, namun RSJ Lawang optimis bisa mendapatkan akreditasi internasional. "Setidaknya, dengan akreditasi internasional tersebut, dapat memacu RSJ Lawang untuk memberikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien lebih tinggi lagi," urainya.
Tantangan terbesar untuk mencapai tujuan akreditasi internasional, lanjutnya lebih pada menyatukan tekad setiap elemen yang ada di RSJ Lawang. Dimana seluruh komponen di rumah sakit harus bergerak bareng, karena semuanya dinilai. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :