Sampah di Kalibiru Lawang Dikeluhkan


MALANG – Menumpuknya sampah di Jalan Sumbersuko Kalibiru, Desa Turirejo Kecamatan Lawang, dikeluhkan warga sekitar maupun para pejalan kaki yang melintas. Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah yang terjadi pada baru-baru ini membuat warga tidak nyaman. Karena dikhawatirkan akan menyebarkan virus penyakit.
Salah seorang warga sekitar bernama Suprapto mengaku hampir setiap hari melihat tumpukan sampah itu. Namun kondisi tumpukan sampah semakin parah sejak awal pekan ini. “Baunya sangat mengganggu sekali penciuman. Selama tiga hari ini, sampah dibiarkan menumpuk dan tidak diambil oleh petugas,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.
Dia menjelaskan, kondisi menumpuknya sampah tersebut selalu terjadi berulang kali. Khususnya ketika saat tanggal merah atau hari libur. “Apalagi kalau liburan panjang, dibiarkan tidak diambil oleh petugas sampah. Kalau dibiarkan, mengganggu masyarakat maupun pengendara yang melintas di tempat ini,” keluh pria berusia 35 tahun ini.
Menurutnya, apabila hari libur, bukan berarti pelayanan kepada masyarakat juga ikut libur. “Kalau pelayanan publik terutama mengambil sampah, seharusnya ada setiap saat. Karena tugas mereka sangat dibutuhkan masyarakat,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, bahwasannya tempat penampungan sampah sudah tidak cukup menampung sampah. Lantaran tempat sampah itu tidak hanya digunakan pembuangan sampah dari Pasar Lawang, melainkan juga digunakan pembuangan sampah dari beberapa desa atau kelurahan di Kecamatan Lawang. Masalah sampah di tempat ini juga viral di dunia maya dan dishare melalui grup Facebook Komunitas Peduli Malang (Asli Malang).
Postingan foto tumpukan sampah dengan akun Hidayatul Fitria langsung dibanjiri warganet dengan sebanyak 296 komentar. “Pemda gimana? Udah dari dulu juga gitu aja,” tulis salah satu komentar pemilik akun Sany Nisay. Warganet lainnya juga mengomentari masalah penumpukan sampah di tempat tersebut yang tak kunjung tuntas.
Sebagian warganet lainnya juga mengomentari kinerja Pemkab Malang yang tidak kunjung mengatasi masalah itu. “Warga harus berkirim surat kepada Bupati Malang dolor, bias cepat ditangani,” tulis pemilik akun Segara Banyu.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidul (DLH) Kabupaten Malang, Budi Iswoyo belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Ketika ditelepon wartawan koran ini, terdengar nada sambung, namun tidak diangkat. Begitu pula saat dikirimi pesan Whatsapp, hingga berita ini ditulis tidak kunjung membalas. (big/lim)   

Berita Terkait

Berita Lainnya :