Stadion Kanjuruhan, Tempat Favorit Libur Akhir Pekan


KEPANJEN - Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sepertinya masih menjadi daya tarik masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan. Terutama pada saat weekend, Sabtu dan Minggu. Selain karena menganggap sebagai wisata murah, juga anak-anak bisa leluasa bermain.
Salah satunya adalah Muhibbin, warga asal Kecamatan Bululawang. Ia memilih Stadion Kanjuruhan untuk menghabiskan waktu liburan akhir pekan bersama keluarganya. Alasannya, karena lebih santai dan anak-anak bisa bermain sesukanya.
"Mau liburan ke pantai masih takut dan trauma, gelombang tinggi dan kejadian tsunami. Akhirnya anak-anak minta bermain ke Stadion Kanjuruhan Kepanjen ini," ujarnya.
Meski tidak ada pemandangan yang dapat dinikmati, namun diakui bahwa anak-anak bisa bermain leluasa di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Anak-anak bisa bermain mobil-mobilan, motor mini, gowes hingga keliling stadion dengan kereta kelinci.
"Kalau ke Stadion Kanjuruhan, selain bisa bermain sepuasnya, juga bisa sambil kuliner karena ada banyak PKL yang berjualan," tutur bapak dua anak ini.  Suhardiwi, warga Kota Malang juga mengutarakan yang sama.
Hampir setiap pekan, ia selalu mengajak anak-anaknya bermain ke Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Alasannya, anak-anak lebih senang bermain gowes dan motor mini, ketimbang harus pergi ke pantai.
Hanya saja, menurutnya keberadaan fasilitas seperti toilet masih sangat minim. Sehingga ketika mau buang air kecil, masih kesulitan untuk mencari toilet. "Adanya di belakang pos masuk, itupun harus antre," katanya.
Di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, selama ini memang dikemas sebagai wisata keluarga yang murah. Di sini banyak permainan yang disewakan untuk masyarakat. Selain kereta kelinci, ada persewaan gowes, motor mini serta kendaraan ATV.
"Untuk gowes biaya sewanya Rp 15.000 selama 30 menit. Sedangkan kendaraan ATV biaya sewanya Rp 25.000 selama 15 menit. Penyewaan permainan ini, ramai pada hari Sabtu dan Minggu," kata salah satu penyedia permainan sembari mengatakan, setiap harinya juga harus setor pajak sebesar Rp 35.000.
Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan, Aprija Wiryawan, mengatakan bahwa peningkatan pengunjung hanya pada hari Sabtu dan Minggu, atau waktu liburan. Untuk hari biasanya pengunjung tidak terlalu banyak.
Karena masih menjadi tujuan wisata keluarga inilah, Wawan, sapaan akrabnya mengaku akan terus meningkatkan fasilitas dan keamanan. Salah satunya dengan membangunkan musala dan toilet di sebelah barat luar stadion. "Sekarang pembangunannya sedang kami selesaikan," ucapnya.
Dikatakannya, penarikan pajak dari keseluruhan para PKL yang ada di Stadion Kanjuruhan, semuanya masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD). Pada tahun 2018 ini, PAD ditarget sebesar Rp 750 juta. "Untuk tahun ini, insyallah bisa mencapai target,” tutupnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :