Sudah Bikin Website Desa, Siap Hibah Ambulans


MALANG - Sukses sebagai pengusaha TV kabel, Taufikur Rahman S.Sos memilih mengabdi untuk warga Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Mantan wartawan Malang Post dan Jawa Pos ini diberi amanah warga sebagai calon Kepala Desa Pandanrejo.
”Awalnya saya tidak ada niatan untuk maju di pilkades. Tapi karena dorongan tokoh masyarakat dan tokoh agama di sini, saya akhirnya maju,” kata Taufik, sapaan akrab Taufikur Rahman.
Warga RT 02, RW 01, Dusun Pandansari ini bulatkan tekadnya itu ditandai dengan ikrar yang diucapkan pada 15 Maret lalu. Lalu dilanjutkan dengan mendaftarkan diri sebagai calon kades pada pertengahan April lalu.
Taufik mengusung visi paling ideal untuk memajukan wilayah dan sejahterakan warga. Yakni
‘Pandanrejo cerdas, bersih, kreatif, mandiri, berkepribadian, terbuka berlandaskan semangat gotong royong, kerjasama, kerja keras, dan kerja cerdas.’  
Mantan Ketua BPD Desa Pandanrejo ini menyebutkan, beberapa program kerja sudah disiapkannya jika terpilih menjaid kepala desa. Di antarannya akan menghibahkan satu unit ambulans,  membuat perusahaan desa yang profesional dan memberikan pelayanan kepada warga secara terbuka dan mudah serta profesional.
Keinginan Taufik menghibahkan ambulans bukan tanpa alasan. Selama ini tidak ada  ambulans di desanya. Banyak warga kebingungan mengantarkan keluarganya yang sakit ke unit pelayanan kesehataan lantaran tak ada ambulans. Kondisi tersebut membuat dia sangat prihatin sehingga turun tangan.
”Dengan adanya ambulans, warga tidak perlu berpikir biaya, karena ambulans itu berikan secara gratis,’’ urainya.
Begitu juga strategi membentuk perusahaan desa yang profesional sudah disiapkannya. Dengan bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perusahaan desa bakal  dikelola dengan baik. Hasil usaha, selain untuk masyarakat juga untuk kesejahteraan para perangkat.
”Dengan adanya tambahan penghasilan dari usaha ini, maka perangkat pun akan puas. Mereka tidak akan neko-neko. Sehingga mereka bisa memberikan pelayanan dengan sangat baik,’’ tambah Taufik.
Bapak empat anak ini melirik jenis usaha yang bisa dikembangkan. Salah satunya mengelola sumber air menjadi air kemasan. Menurut mantan Manajer Sirkulasi Malang Post ini, sudah ada sumber air yang sangat berpotensi. ”Saya sudah melihat sumbernya. Air dari sumber ini sebagian memang mengalir ke rumah warga. Tapi banyak yang terbuang. Air yang terbuang itulah yang nanti akan dikelola untuk air kemasan,” paparnya.  
Menariknya gagasan Taufik membangun bisnis air minum tersebut  bekerjsama dengan seluruh masyarakat. Terutama mereka yang memiliki warung atau kios menjual air kemasan produksi Desa Pandanrejo ini. ”Rencananya, air kemasan disediakan mulai dari 230 mililiter, 500 mililiter, 600 milililer, hingga yang satu galon yaitu 19 liter. Air kemasan ini dijual di setiap warung di Pandanrejo untuk dikonsumsi warga lainnya,’’ tambahnya.  
Hasil dari pengembangan usaha tersebut lanjut Taufik,  digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.  Dengan latar belakangnya sebagai pengusaha, tidak akan sulit untuk mengembangkan usaha milik desa ini. Termasuk untuk mencari pasar. Kemampuan Direktur CV Makmur Usaha Bersama ini mengelola usaha bakal dimaksiamlkan. Sehingga perusahaan desa yang digagas berkembang secara profesional.
Taufik berjanji akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Bahkan dia mengatakan, pelayanan di desanya akan dibuka 24 jam non stop. ”Jadi nanti tidak ada lagi pelayanan yang bertele-tele. Semua pelayanan diberikan secara cepat dan mudah,’’ tambahnya.
Untuk memudahkan pelayanan masyarakat dan Taufik sudah bergerak lebih awal. Dia
membuat website, www.pandanrejocerdas.com.  Website  ini tidak sekadar memuat profil Desa Pandarejo. “Tapi di juga ada beragam informasi. Mulai dari lowongan kerja, serta penyediaan tenaga kerja. Perusahaan yang ingin mencari karyawan bisa mengakses di website yang kami buat. Harapannya mengurangi jumlah pengangguran,” tambahnya.
Program kerja lain yang diusung Taufik  yakni  melakukan perbaikan jalan, memberikan pelayanan satu atap, surat bisa dicetak jarak jauh, perbaikan sistem pengelolaan air bersih dan sampah. Selain itu membentuk desa wisata dan kampung mobil, menggelar car free day setiap hari Minggu dan senam pagi di hari Minggu.
”Cita-cita saya ingin membawa perubahan, dengan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kami ingin membawa desa ini maju dan masyarakatnya sejahtera,’’ tandasnya.
Sementara itu Camat Wagir, Ikhwanul Muslimin mengatakan, Desa Pandanrejo merupakan salah satu desa yang menggelar Pilkades. Terdapat lima calon. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari perangkat desa, satu lagi ASN, satu lagi ibu rumah tangga dan satu pekerja dan satu mantan wartawan.
Dia mengatakan, dengan latar belakang yang berbeda ini, masing-masing calon memiliki peluang yang sama. ”Harapannya masing-masing dengan kekuatan yang sama, masyarakat dapat dewasa untuk memilih,’’ katanya.
Dia juga berharap lima calon berikut dengan para pendukungnya menjaga situasi desa. Mulai dari hari H hingga selesai pelaksanaan Pilkades.
”Harapannya tidak ada praktik politik uang. Untuk mengantisipasi itu, kami bekerjasama dengan Polsek dan Polres agar pelaksanaan Pilkades berlangsung aman damai, dan kondusif. Semoga Pilkades di Pandanrejo menghasilkan sosok pemimpin desa yang amanah, inovatif, serta mampu mengembangkan desa dan mengangkat kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ira/van)