Tanam 4000 Bibit Bambu Petung

 
MALANG - Memasuki tahun ke empat, PT Pertamina TBBM Malang dan UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Malang melakukan penyerahan CSR Kelompok Tani Andini, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kamis (24/8) kemarin. Bantuan kepada kelompok tani ini berupa satu unit mesin serut dan 4000 bibit bambu petung.
‘’Selain di Kelompok Tani Andini di Desa Dalisodo ini, kita juga telah memberikan bantuan kepada perajin keramik di Dinoyo maupun penanaman bibi mangrove di Pantai Ngudel. Namun diantara bantuan ini yang paling berkembang adalah di Kelompok Tani Andini ini,’’  ungkap JR SPV HSE PT Pertamina TBBM Malang, Rizkhiven Sabantyan dalam sambutan mewakili Operation Head Putut Prianggono.
Menurutnya pula, bantuan kepada kelompok tani ini meski sudah berjalan selama empat tahun, namun tidak akan berhenti sampai disini saja. Pihaknya akan memperjuangkan memberi waktu tambahan selama dua tahun lagi. 
‘’Kita akan mensuport dan mefasilitasinya ke kelompok tani ini hingga bisa mengeksport ke luar negeri. Dengan bantuan mesin serut ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh semua anggota. Mesin ini bisa mengurangi biaya produksi dan keuntungan makin tinggi,’’ katanya. Sementara itu Ketua Panitia Imam Muslich mengaku  bantuan ini sebagai upaya pemulihan kondisi DAS Mikro Curah Clumprit yang berwawasan pemberdayaan masyarakat. 
‘’Selaku panitia penyelenggara kami berharap seluruh bantuan CSR PT Pertamina TBBM Malang ini bisa dimanfaatkan dan dikembangkan sebaik-baiknya. Selain itu pihak PT Pertamina berkenan terus menyalurkan program CSR-nya untuk membantu pembangunan kehutanan di wilayah kerja UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Malang,’’ kata Imam Muslich yang juga menjabat sebagai Kasi Konservasi, Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat.
Bantuan PT Pertamina TBBM Malang di tahun pertama membantu kelompok tani dengan satu unit mesin penghalus biting duporatus. Tahun kedua membantu dua unit mesin mixer atau pencampur bubuk duporatus. Tahun ketiga membantu satu unit mesin pencetak duporatus dan tahun ini yang memasuki tahun ke empat membantu satu unit mesin serut biting duporatus.
Menurut Kasubag Tata Usaha UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Malang Ir Tri Wahyuningtyas bantuan ini sangat bermanfaat bagi percepatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bervisi lingkungan.  
‘’Bahkan pada tahun 2016 telah pula diberikan pelatihan pemasaran produk kerajinan bambu secara on line. Karena itu, ke depan kemampuan produk kerajinan bambu perlu diperluas. Bahkan bila memungkinan diharapkan bisa eksport sendiri agar nilai jualnya lebih tinggi,’’ kata Ir Tri Wahyuningtyas.
Dalam penyerahan bantuan ini juga dilakukan peragaan mesin serut. Sebelum menggunakan mesin ini, masyarakat Dalisodo yang terkenal dengan perajin duporatus ini menggunakan cara tradisional. Tentu saja cara ini hasilnya kurang maksimal serta butuh tenaga lebih banyak. Namun dengan mesin ini hasilnya cukup bagus dan produksinya bisa semakin lebih banyak.
Selain itu juga dilakukan penanaman secara simbolis bibit bambu petung. Penanaman ini dilakukan agar bahan baku untuk pembuat duporatus tidak habis. Mengingat, kebutuhan akan bahan baku di wilayah ini cukup besar. Hasil produk duporatus ini mayoritas dijual hingga ke Pulau Bali.
Penanaman secara simbolis ini dilakukan mulai dari wakil TBBM Malang, UPT Pengelolaan Hutan Wilayah V Malang, Camat Wagir, Kades Dalisodo, petugas penyuluh lapangan hingga perwakilan kelompok tani. (jon/bua)

Berita Lainnya :