Terkendala Lahan Belum Bebas, Pembangunan Seksi 5 Tol Mapan Terus Berlanjut


MALANG - Pembangunan seksi 5 tol Malang-Pandaan, terus dikebut. Setelah memasang girder jembatan di Jalan Raya Cemoro Kandang, kali ini PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) fokus membangun struktur jembatan (pondasi) di Jalan Ampeldento Pakis.
Direktur Teknik PT JPM, Siswantono mengatakan jika proses pembangunan struktur  jembatan akan memakan waktu sekitar 30 hari. "Setelah struktur terbangun dengan baik, setelah itu dipasang girder ," katanya.
Dia menyebutkan, jembatan girder ini sengaja dipasang untuk menyambungkan akses tol, karena melintasi jalur arteri. Dia menambahkan untuk bentang jembatan panjangnya sekitar 40 meter.
Siswantono menyebutkan, jika secara keseluruhan, pembangunan untuk seksi 5 tol Malang Pandaan (Mapan) sudah mencapai sekitar 40 persen.
Menurut pria asli Kota Batu ini menyebutkan, selain membangun struktur jembatan, pihaknya juga mulai mengerjakan dinding penahan tanah (scant piel) di sisi kiri dan kanan di wilayah Desa Asrikaton dan Desa Sekarpuro. Tidak terkecuali di area Situs Sekaran, Desa Sekarpuro juga dipasang dinding penahan tanah.
Tujuannya, agar tanah yang ada di sisi kiri dan kanan akses jalan tol tidak ambrol atau longsor. "Kami sedang mengerjakan saluran air. Ini penting, agar tidak ada air menggenang di akses jalan tol terutama saat musim penghujan," tambahnya.
Disinggung dengan target selesai, Siswantono optimis tol yang menghubungkan wilayah Pakis - Malang ini tuntas akhir tahun mendatang. Sekalipun masih terkendala masalah lahan di wilayah Madyopuro, tak menjadi soal. "Target kami selesai akhir tahun ini. Makanya kami kebut pembangunan di lahan yang sudah bebas dulu, sambil menunggu yang belum bebas," tandasnya. (ira/udi)

Berita Terkait