Tingkatkan Kemampuan, Prajurit Paskhas Latihan Penerjunan


MALANG - Sebanyak 90 prajurit dari kesatuan Denmatra 1, Denmatra 2 Paskhas TNI AU, TNI AL dan Brigif 18 Divisi Infanteri 2 Kostrad, melaksanakan latihan penerjunan kemarin. Latihan yang diselenggarakan di area Lanud Abd Saleh ini, untuk menyiapkan latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC).
Latihan penerjunan menggunakan dua unit pesawat Hercules dipiloti Mayor Pnb Yudhi Bandung dan Kapten Pnb Vincent pada pesawat pertama. Sedangkan pesawat kedua dipiloti Mayor Pnb Dodik Supriyanto dan Mayor Pnb Fandi Pulungan.
Seluruh prajurit terjun di atas ketinggian 15.000 feet MSL (mean sea level). Satu per satu prajurit dengan gagah berani terjun dari atas langit kemudian mendarat di grass trip Lanud Abd saleh. Latihan tersebut dipimpin Komandan Detasemen Matra 2 Paskhas, Letkol Pas Helmy Ardianto Nangge.
“Tujuan dilaksanakan latihan tersebut untuk meningkatkan keahlian terjun tempur yang dimiliki oleh seluruh prajurit,” katanya. Penerjunan menggunakan dua metode kemampuan. Dalam hal ini yakni High Altitude Low Opening (HALO) dan High Altitude High Opening (HAHO).
Menurutnya, dua metode kemampuan itu dimiliki oleh seluruh prajurit yang memiliki kemampuan terjun. “Latihan penerjunan ini merupakan latihan yang penuh risiko tinggi. Tidak semua penerjun dapat melakukan ini karena harus menggunakan perlengkapan khusus dan ketinggian tertentu,” terangnya.
Dia menjelaskan, latihan tersebut sangatlah penting bagi seluruh prajurit terjun tempur. Lantaran latihan terjun tempur yang akan dilaksanakan bertujuan terjun dengan ketinggian tertentu, alat peralatan tempur yang didaratkan di daerah sasaran.
Yakni dengan melaksanakan isi, sabotase, spionase dan tim pendahulu. Keberadaan prajurit pendahulu ini sangat penting sebagai permulaan prajurit berikutnya masuk daerah musuh. “Seluruh prajurit ini dituntut memiliki kemampuan terjun dengan membawa berbagai macam peralatan serta persenjataan,” paparnya. (big/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :