Tuntut Benahi Infrastruktur Desa Taji


MALANG - Desa Taji tak sekadar menjadi sentra perkebunan kopi. Di atas ketinggian 1200 Mdpl, desa ini juga berpotensi untuk tanaman sayur lainnya. Bahkan dengan kelembapan udaranya, hasil sayuran di desa tersebut tak kalah dengan Kota Batu.
Hanya saja, kebutuhan air di lahan sayuran masih menjadi kendala bagi petani. Meskipun para petani bekerja keras untuk mengola lahan dan menanam, tapi hasil pertanian di Desa Taji pun belum bisa diandalkan.
Kondisi inilah yang membuat para petani pun mengusulkan program pipanisasi, untuk menunjang produk pertaniannya. Usulan pipanisasi itu diutarakan petani saat kegiatan  Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan di kantor kecamatan Jabung.
“Tahun lalu kami juga mengusulkan adanya  pipanisasi untuk menunjang hasil pertanian sayur dan kopi,” kata Subhkan, salah satu petani kepada Malang Post. Dia mengatakan, di desanya banyak sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk dialirkan ke lahan pertanian.
“Kalau swadaya untuk pipanisasi, biayanya terlalu besar. Itu sebabnya kami usul, agar mendapatkan dukungan dari pemerintah,” tambahnya. Pria itu mengatakan jika sayur paling potensial ditanam adalah wortel dan kentang.
Camat Jabung, Hadi Sucipto membenarkan adanya usulan pipanisasi dari petani Desa Taji. Dia mengatakan usulan itu sangat mendesak untuk direalisasikan. Bukan sekadar mengembangkan pertanian, tapi juga menunjang meningkatnya pariwisata di sana.
“Air disana sebetulnya tak sulit. Tapi karena tidak ada jaringan ke lahan pertanian, maka petani hanya mengandalkan air hujan untuk perawatan,” ungkapnya. Lantaran hanya mengandalkan air hujan, maka pertanian sayur pun banyak dilakukan saat musim penghujan.
“Padahal potensinya sangat bagus disana untuk pertanian sayuran. Itu sebabnya, usulan  tersebut akan kami bawa pada Musrenbang tahun 2020 tingkat daerah,” tambah dia. Dengan potensi yang sangat baik itu, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Apalagi saat ini, Wisata  Kopi Lereng Gunung Bromo juga sangat baik, dan sudah cukup dikenal masyarakat. “Jadi nantinya kami ingin tidak hanya wisata kopi saja yang menarik wisatawan. Tapi juga wisata kebun sayur,” tegas dia.
Selain itu, pelebaran jalan dan peningkatan kualitas jalan juga diusulkan kepada pemerintah untuk membuka akses wisatawan yang hendak datang. “Desa Taji bisa tembus ke Gunung Bromo. Sehingga potensi wisata di desa ini juga besar,” tutup Hadi. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :