Ubah Precet Forest Park Jadi Destinasi Wisata Alam Keluarga


MALANG -  Precet Forest Park merupakan salah satu destinasi alam yang ada di Kabupaten Malang. Wisata ini berada di Desa Sumbersuko, Wagir. Pengembangan wisata yang ada di bawah lereng Gunung Kawi ini, akan dikembangkan pada tahun ini.
"Selain penambahan wahana baru, tahun ini juga akan ada penambahan luas lahan," ujar Camat Wagir, Ikhwanul Muslimin. Dikatakannya, wisata alam Precet Forest Park ini, diharapkan bisa menjadi destinasi wisata yang digemari pengunjung.
Karenanya ia terus mendorong masyarakat desa serta pemuda karang taruna, untuk terus mengembangkan wisata alam pohon pinus tersebut. Sekalipun pengembangan wisata masih menggunakan dana swadaya masyarakat.
“Harapan kami ke depan, wisata Precet Forest Park ini, tidak hanya sebagai tempat rest area saja. Tetapi benar-benar menjadi wisata alam untuk keluarga," tuturnya. Tidak hanya itu saja, tempat ini, juga sekaligus menjadi penunjang wisata Gunung Kawi, di Wonosari.
Wisatawan yang datang ke Gunung Kawi untuk wisata religi, bisa mampir ke wisata alam Precet Forest Park. Atau sebaliknya dari wisata alam, bisa langsung berlanjut wisata religi karena jarak tempuhnya hanya sekitar lima kilometer.
“Infrastruktur jalannya pun juga bagus, sehingga sama-sama bisa mendukung,” jelasnya. Selain infrastruktur jalan, menuju tempat wisata ini juga segera diberikan penambahan rambu penunjuk arah.
Lebih lanjut, Ikhwanul mengatakan bahwa tambahan wahana wisata pada tahun ini, salah satunya adalah dengan menambah permainan anak. Sebelumnya Precet Forest Park, hanya mengandalkan spot foto yang bagus.
Dengan tambahan wahana, maka anak-anak akan bebas bermain dengan leluasa. Pemkab Malang memang mendorong setiap desa di Kabupaten Malang, harus memiliki destinasi wisata alam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Wisata Precet Forest Park ini sendiri, merupakan wisata alam yang masih baru. Pemandangan alamnya memukau. Udaranya juga sejuk, sehingga cocok untuk liburan santai bersama keluarga. Selain berlibur, wisatawan juga bisa belajar cara bercocok tanam kopi.
“Sementara ini, biaya masuk hanya dari parkir kendaraan. Namun ke depan ketika pengelolaan sudah berkembang bagus, akan ada karcis masuk untuk biaya pengembangan wisatanya,” tutupnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :