Versi Investor, KEK Singosari Hanya Molor


MALANG – Proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, tidak berubah. Molornya realisasi Peraturan Pemerintah (PP) disikapi bijaksana pihak Intelegensia Graha Tama (IGT) Malang, salah satu investor KEK. “Tetap jalan,” kilah Kriswdyat Praswanto, General Manager IGT.
“Semua tahapan terkait KEK terus jalan sesuai petunjuk Kemenko,” katanya lagi.  Seperti diberitakan, Tomie Herwanto, Kepala Bappeda Kabupaten Malang menyebut, KEK Singosari berantakan. Sebab, janji pemerintah menerbitkan PP KEK di bulan Januari, belum ada titik terang.
“Selama masih belum ada penetapan PP tidak bisa. Karena masih sama dengan Kawasan lainnya,” tandas Tomie.  IGT, papar Kris, tidak mungkin berubah dari planning yang sudah ditentukan. Artinya, KEK harus segera diwujudkan adalah mutlak adanya.
Sebab dukungan semua stakeholder sampai sekarang tidak putus. Sebagai contoh, Kris menyebut, kedatangan Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, Kamis (21/2). Deputi Infrastruktur Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) memberi arahan soal pengembangan ekonomi kreatif di dalam KEK.
“Pak deputi hadir resmi mewakili pemerintah pusat. Dan pengembangan ekonomi regional salah satunya diakslerasikan melalui KEK Singosari,” rinci Kris. Sedangkan DR Ir Dyah Ermawati, MA, Kabiro Administrasi Perekonomian Jatim menyebutkan Pemprov Jatim tetap mendorong segera terwujudnya KEK Singosari.
Termasuk dukungan pengembangan ekonomi kreatif. “Khususnya yang diinkubasi di KEK Singhasari. Sehingga pembinaan dan pendampingan dari Pemprov maupun Pemkab dapat lebih fokus,’’ ujar Dyah meyakinkan di depan Direksi IHGT dan Wakil Bupati Malang, H.M Sanusi. (has/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :