Wagub Janji Bangun Kanopi Tribun Stadion Kanjuruhan


Keinginan Aremania dan Aremanita untuk memiliki stadion yang bagus, tak lama lagi bakal terwujud. Selain wajah tribun sudah direfresh dengan warna cat baru, ke depan juga akan ada pembangunan kanopi di tribun penonton. Demikian disampaikan Wakil Bupati Malang H. M. Sanusi dan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, Minggu (24/2) pagi.
"Tahun depan Stadion Kanjuruhan Kepanjen akan dibangun kanopi. Sehingga suporter atau penonton tidak sampai kehujanan dan kepanasan," ungkap Sanusi.
Pernyataan tersebut, disampaikan Sanusi ketika memberikan sambutan saat launching pengecatan Stadion Kanjuruhan Kepanjen. "Wakil Gubernur Jatim sudah siap membantu untuk memasang kanopi," ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa ngecat bareng Stadion Kanjuruhan Kepanjen, merupakan wujud kebersamaan dari Aremania dan warga Malang Raya, yang peduli dengan keberadaan stadion yang menjadi Kandang Singa. Dengan wajah baru tersebut, diharapkan bisa semakin meningkatkan prestasi tim Arema FC.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan siap untuk membantu pembangunan kanopi. Pembangunan atap tribun ini, menurutnya karena atas permintaan Wakil Bupati Malang.
"Tadi saya ditodong Pak Wabup, untuk membangun membangun atap (kanopi). Kalau memang DPRD mendukung (pembangunan kanopi, red), maka akan menjadi pertimbangan program kami," tutur Emil Dardak.
Namun, lanjutnya, pembangunan kanopi harus dilakukan bersama-sama. Artinya dari Kabupaten Malang juga ada urun, dan dari Provinsi Jatim nantinya apa yang bisa dibantu.
Rencana pembangunan kanopi inipun, dikatakannya harus menunggu penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kalau ingin percepatan pembangunan, harus ada perubahan APBD. Itupun perubahannya harus disinergitaskan dengan APBD Kabupaten Malang.
"Tetapi intinya, pembangunan atap ini akan segera kami godok secepatnya. Kalau tidak bisa tahun ini, ya tahun depan," jelas suami Arumi Bachsin ini.
"Namun berapa dan bagaimana teknisnya, harus dibicarakan lebih dulu karena merupakan parcial. Harus duduk bersama dengan Kabupaten Malang untuk membahas rencana ini. Termasuk harus kami laporkan ke Gubernur Jatim, dan mendengarkan aspirasi dari anggota DPRD Kabupaten Malang apakah mendukung atau tidak," paparnya.(agp/ary)