Warga Kejar Kasus Kades Druju

 
MALANG - Puluhan warga Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, Kamis (19/4) pagi mendatangi Polres Malang. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi ADD, yang dilakukan oleh Kepala Desa Druju, Mujiono. Pasalnya hingga tiga tahun ini, penyidikan kasusnya tak kunjung tuntas. 
“Kami datang untuk menanyakan perkembangan kasusnya karena sampai tiga tahun ini, tidak ada kejelasan bagaimana kasus tersebut,” ujar Nurul Hadi, salah satu warga.
Menurut dia, kedatangan warga ini tidak terkoordinir. Mereka datang atas inisiatif sendiri. 
“Padahal laporan kami Juni 2015 lalu sudah didukung dengan hasil audit BPK Jawa Timur, ditemukan kerugian negara atas dugaan korupsi ADD tahun 2013 dan 2014 yang dilakukan oleh Kades Druju, Mujiono. Kami sudah berulangkali menanyakan kasus ini ke Polres,” ungkapnya. 
“Nyatanya, sampai sekarang tetap tidak ada tindaklanjut. Akhirnya kami beramai-ramai datang ke Polres Malang untuk menanyakan perkembangan kasusnya,” terang Wasiati, warga lainnya.
Menurut dia, warga sudah mengaku resah dengan ulah Mujiono yang menyelewengkan ADD. 
“Tidak hanya ADD tahun 2013 dan 2014 saja. Melainkan juga ADD 2015, 2016 dan 2017 juga diselewengkan. Termasuk penyewaan lahan kas desa yang diperuntukkan untuk jalan penambangan batu, yang nilainya sekitar Rp 600 juta juga tidak jelas kemana uangnya,” urainya.  
Rachman Sulaiman, SH, pengacara warga Desa Druju menambahkan, setelah dugaan kasus ADD 2013 dan 2014 ini memiliki kepastian proses hukum, maka dugaan korupsi lainnya juga akan segera dilayangkan warga.
“Mereka memiliki bukti-bukti kuat,” tegasnya.
Warga sebenarnya ingin bertemu langsung dengan pimpinan Polres Malang. Tetapi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, sedang ada kegiatan di Polda Jatim. Warga pun akhirnya ditemui oleh penyidik Tipidkor Satreskrim Polres Malang di ruang Gakkumdu. 
Dalam mediasi itu, hanya 10 perwakilan warga saja. Sementara warga lainnya, menunggu di depan ruang Satreskrim Polres Malang. Mereka akhirnya puas setelah mendapat jawaban dari penyidik, Aiptu Ari Siswo. 
"Kami tidak main-main dalam menangani dugaan kasus korupsi,” katanya.
“Perkara Kades Druju, tetap kami sidik dan tiga bendel hasil pemeriksaan menjadi bukti bahwa Polres Malang serius,” tambah Ari Siswo, sembari menunjukkan berkas perkara kepada warga. 
Ia mengatakan, bahwa Polres Malang sudah tiga kali mengirim berkas perkara ke Kejari Kepanjen. Namun selama ini oleh Kejari, dikembalikan dengan petunjuk P18 dan P19 untuk melengkapi. 
“Terakhir kami mendapat petunjuk dari Kejaksaan pada 4 April lalu. Berkas dikembalikan atau P19 untuk dilengkapi. Ini artinya bahwa berkas perkara tetap jalan terus," tegasnya. 
Rencananya, Sabtu nanti penyidik akan turun ke lapangan untuk mencari tambahan lima orang saksi sesuai petunjuk dari Kejaksaan. Setelah itu, berkas akan dikirimkan lagi, dengan harapan segera P21.
“Jangan khawatir. Meski yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat kepala desa, perkaranya masih tetap dilanjutkan,” paparnya. (agp/mar)

Berita Lainnya :