Warga Mengeluh ke Camat Pagak, Belum Ada Penanganan


MALANG - Hingga kemarin, jembatan di Dusun Krajan, Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak yang putus Rabu (23/1) malam belum dibenahi. Jembatan  yang menghubungkan Kecamatan Pagak dengan Kecamatan Donomulyo tersebut masih tetap hancur.
Ini membuat warga mengeluh. “Kami sudah melapor ke desa dan kecamatan dengan harapan agar segera ada pembenahan. Tapi sampai saat ini belum ditangani sama sekali,” kata Supriyanto, warga RT12 RW05 Desa Sumbermanjing Kulon.
Dia mengatakan meskipun menghubungkan dua kecamatan, tapi yang paling merasakan  dampak dengan kejadian jembatan runtuh ini adalah warga RT12 RW05 dan RT20 RW06. “Kalau kami mau ke rumah keluarga di RT20 RW06, harus memutar melewati Desa Tlogosari,” terangnya.
Dia mengakui jika air sungai yang deras, ditambah hujan yang terus mengguyur, tidak mudah untuk melakukan pembenahan atau pembangunan lagi. Tapi setidaknya ada upaya untuk membuat jembatan darurat agar warga tak memutar jauh.
Camat Pagak, Hari Krispriyanto membenarkan jika sampai pukul 15.00 kemarin, belum ada penanganan. Tapi dia mengelak jika disebut tak merespons keluhan warga. Saat mendengar jembatan ambrol, dia mengaku datang dan melapor ke pejabat Pemkab Malang.
Mulai Wakil Bupati, Sekda, Dinas PU Bina Marga dan BPBD. “Dari PU Bina Marga sudah datang dan melakukan pengecekan. Sekarang hanya berharap ada penanganan secepatnya,” ucapnya. Ia menerangkan, jembatan itu sudah dua kali runtuh.
“Yang pertama saya tak ingat tahunnya. Tapi saat itu jembatan dibangun kembali saat Bupati Malang dipimpin oleh Alm Ibnu Rubianto. Selanjutnya runtuh lagi, dan tahun 2015 lalu dibangun kembali,” tambah Antok, sapaan akrabnya.
Dia tidak setuju dengan usulan warga tentang adanya jembatan darurat karena dianggap tidak efektif dan rawan karena dibutuhkan penyangga atau pondasi. Sedangakan arus sungai di bawah jembatan sangat deras. “Kami tidak ingin justru terjadi kecelakaan,” tegas dia.
Antok memaparkan, aliran sungai di bawah jembatan sebetulnya kecil. Bahkan hanya berfungsi sebagai tadah hujan saja  Katanya, akhir-akhir ini kondisi cuaca terus diguyur hujan sangat lebat, sehingga aliran air sungai meningkat.
Seperti diberitakan, jembatan di Dusun Krajan, Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak ambrol. Jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 3 meter ini runtuh setelah pondasinya terkikis air sungai. Kerugian materi diperkirakan ratusan juta rupiah. (ira/mar)

Berita Terkait