Warga Tolak Wisata Wendit Dikelola Investor


MALANG - Rencana pengelolaan Taman Wisata Wendit diserahkan kepada pihak ketiga sampai ke teling warga. Warga yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Mangliawan (FPMM) langsung mereaksi.
Mereka menggelar aksi damai. Caranya memasang banner berukuran besar dengan tulisan
penolakan rencana Pemkab Malang menyerahkan Taman Wisata Wendit kepada pihak ketiga.
Ada dua banner yang dipasang warga tepat di tepi Jalan Mangliawan, depan taman wisata tersebut. Salah satunya bertuliskan, ’Ojok Didol Wenditku. Kembalikan Wisataku Yang Dulu, Karena Lebih Mudah Aku Untu Mengais Rezeki’.
Sedangkan banner satu lagi bertulikan, ’Wenditku Sayang, Wenditku Malang. Pegawaiku Terabaikan, Pedagangku Tersingkirkan, Keraku Kelaparan. Mana...??? Kearifan Lokal-Mu??’
Wakil Ketua FPMM Rokimin mengatakan, penolakan warga karena sejumlah alasan.
Pertama jika Taman Wisata Wendit dikelola pihak ketiga,  maka budaya di tempat wisata itu hilang. Alasan kedua, bila tempat wisata tersebut dikelola pihak ketiga, maka akan banyak warga Mangliawan yang kehilangan pekerjaan.
“Wendit ini bukan tempat wisata biasa. Di sini tempat wisata budaya. Ada kearifan lokal di sini. Sehingga harus dijaga. Jika tempat wisata ini dikelola pihak ketiga yang orientasinya profit, kami khawatir wisata budaya hilang,’’ kata Rokimin.
Lebih lanjut mantan Ketua BPD Desa Mangliawan ini mengatakan, faktor utama penolakan Taman Wisata Wendit dikelola pihak ketiga karena akan banyak warga yang kehilangan pekerjaan. ”Karena pasti nanti aksesnya akan dibatasi. Ini yang kami resahkan dan menolak Wendit dikelola pihak ketiga,’’ tambahnya.
Aksi damai warga dikatakan Rokimin setelah dia dan tokoh masyarakat serta pemuda Desa Mangliawan melakukan rapat. “Apalagi kami tidak pernah diajak bicara terkait soal ini,’’ ungkapnya.
Namun demikian, Rokimin mengatakan penolakan itu juga karena status tanah Taman Wisata Wendit. Menurut dia tempat wisata tersebut berada di tanah ulayat. ’Perlu ditegaskan ya, tanah di Taman Wisata Wendit ini tidak aset pemerintah. Tapi tanah itu tanah ulayat yang tidak mudah berganti nama,’’ ungkapnya.
Setelah memasang banner penolakan tersebut, pihaknya menunggu respon Pemkab Malang.
Jika tak ada respon, maka FPMM akan menggelar aksi massa secara besar-besaran. ”Ya tunggu saja, kalau tidak ada respon, dan pengelolaan itu jadi dengan pihak ketiga, maka kami akan melakukan aksi yang betul-betul aksi,’’ ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat dikonfirmasi mengakui adanya wacana menyerahkan pengelolaan Taman Wisata Wendit kepada pihak ketiga. Namun demikian, dia menegaskan prosesnya masih sangat lama. “Sekarang masih proses administrasi tanahnya,’’ katanya.
Dia mengakui, jika tanah di Taman Wisata Wendit ini belum bersertifikat. Itu sebabnya saat ini masih berproses. Sertifikat tanah itu menurut Made, sangat penting. Sebab menjadi salah satu syarat saat perjanjian kerja sama ditandatangani.
Made menambahkan, kalaupun nanti ada kerja sama, wisata budaya di Wendit tidak akan hilang. ”Kami sudah sampaikan itu kepada insvetor yang berencana mengelola,’’ urainya.  
Made sendiri menyebutkan, sudah dua investor yang menjajaki kepada Pemkab Malang untuk mengelola Taman Wisata Wendit. Salah satunya PT Inti Composite Figlasindo Utama. Beberapa kali perusahaan ini mendatangi Plt Bupati Malang HM Sanusi untuk membicarakan rencana tersebut. Namun demikian belum ada keputusan. (ira/van)

Berita Terkait