Waspada Komoditas Oplosan!


KEPANJEN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, meminta masyarakat waspada terhadap potensi peredaran komoditas oplosan. Warning ini diberikan, lantaran saat ini disinyalir terdapat aksi pengopolosan komoditas oleh oknum tak bertanggungjawab untuk meraih keuntungan dengan cara-cara terlarang.
Mengingat juga pada bulan Juni lalu, kepolisian menggrebek gudang beras dicampur pemutih di Desa Pringu, Kecamatan Bululawang. Terbaru, juga sempat beredar kabar bahwa terdapat penjualan garam dicampur serbuk kaca di Pasar Kepanjen. Potensi terjadinya komoditas oplosan ini sangat diwaspadai Diseperindag Kabupaten Malang.
Menurut Kabid Perdagangan, Disperindag Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal, tidak hanya beras yang bisa dioplos. Melainkan komoditas pokok lainnya berpotensi untuk dioplos. “Maka dari itu, kami minta masyarakat untuk waspada. Harus lebih teliti lagi saat membeli kebutuhan pokok,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.
Dia menyebutkan, beberapa komoditas pokok yang bisa dioplos seperti gula rafinasi dengan gula pasir. Selain itu, tepung terigu premium dicampur dengan tepung terigu biasa atau dengan tepung terigu yang gagal produksi. Sedangkan di Kabupaten Malang, dia menyebutkan hanya baru ditemukan beras oplosan yang dicampur pemutih.
“Sedangkan untuk kabar beredarnya garam dicampur serbuk kaca di Pasar Kepanjen, saya pastikan itu tidak ada. Itu kabar hoax,” tegasnya. Dia menjelaskan, ada beberapa penyebab oknum tidak bertanggungjawab melakukan pengpolosan itu. Salah satunya, adalah memanfaatkan harga komoditas yang saat ini sedang fluktuatif.
Selain itu, stok komoditas pokok yang terbatas, juga memicu terjadinya pengoplosan tersebut. “Tindakan penglosan tersebut tentunya tidak dibenarkan. Lantaran bisa membahayakan konsumen apabila dikonsumsi. Apabila ditemukan tindakan ini dipastikan melanggar aturan dan bisa diproses hukumnya secara pidana oleh kepolisian,” katanya.
Meurutnya, modus yang digunakan pengoplos tersebut memanfaatkan gudang yang memang digunakan sebagai tempat penyimpanan komoditas pokok untuk dilakukan pengoplosan. Biasanya pengoplosan tersebut, dilakukan saat malam hari. Untuk itu, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan kepolisian mengantisipasi terjadinya komoditas oplosan.
“Potensi untuk peredaran komoditas oplosan itu memang ada. Kami bersama kepolisian terus berkoordinasi mencegah hal itu terjadi,” tuturnya. Diapun meminta masyarakat supaya melapor apabila menemukan komoditas yang dioplos tersebut.  (big/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :