Ahmad Dhani Batal Dipindahkan ke Rutan Surabaya


JAKARTA - Pemindahan penahanan sementara Ahmad Dhani Prasetyo ke Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Surabaya, Rabu (6/2) batal. Rencana awal, Dhani akan dipindahkan karena dia harus menghadiri sidang kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Hal itu dikatakan Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian Megantara. Ia menyebut, Musikus Dewa 19 itu bakal bertolak ke Surabaya, pada Kamis (7/2), sebelum persidangan dimulai. "Mas Ahmad Dhani tidak jadi dipindahkan ke rutan, besok pagi diberangkatkan," kata Aldwin,  kemarin.
Esok, kata Aldwin, Politisi Partai Gerindra itu, bakal berangkat menggunakan pesawat penerbangan pertama dari Jakarta ke Kota Pahlawan. Sesampainya di Surabaya ia bakal langsung mengikuti persidangan di PN Surabaya. "Jadi Mas Dhani tidak dipindahkan ke Rutan Surabaya hanya menghadiri sidang. Setelah sidang, beliau langsung balik ke Jakarta," ucap Aldwin.
Alasan pembatalan pemindahan ini kata Aldwin, lantaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur, menurutnya, tak punya kewenangan untuk menahan kliennya. "Jaksa itu meminjam, tidak (punya) kewenangan menahan, atau meminjam ke Rutan Cipinang, maka ketika sidang selesai, seharusnya ya balik lagi, (ke Jakarta)," kata dia.
Pihak Dhani dan kuasa hukumnya pun mengaku sudah berkomitmen siap bolak-balik Jakarta-Surabaya untuk mengikuti proses hukumnya. "Kami siap komitmen riwa-riwi, Ini kan tinggal mekanisme antara Kejari Surabaya saja. Ahmad Dhani dan kuasa hukum tidak ada yang dipermasalahkan. Kami siap-siap saja," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Pargiyono, membenarkan bahwa pemindahan penahanan pentolan gerakan #2019GantiPresiden itu ke Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, dibatalkan.

Berita Terkait

Berita Lainnya :