Alasan AS Cs Targetkan Distrik Barzah Suriah


WASHINGTON DC - Salah satu serangan Amerika Serikat bersama sekutunya, Inggris dan Prancis, ke Suriah ditargetkan di Distrik Barzah. Ada alasan di balik itu. "Pentagon menilai bahwa agen saraf ada di pusat penelitian Barzah yang ditargetkan oleh AS dan sekutu semalam," ujar Direktur Staf Gabungan AS, Letjen Kenneth McKenzie dalam jumpa pers, Sabtu (14/4/2018), seperti dilansir CNN.
Distrik Barzah berada di sebelah utara pusat kota Damaskus. Barzah merupakan lokasi pusat penelitian ilmiah utama milik Suriah. AS Cs percaya, pusat penelitian ilmiah Suriah di Barzah itu memiliki zat kimia atau zat saraf. McKenzie menyebut, serangan dengan berbagai rudal dan misil yang dilontarkan AS bersama sekutu tidak akan menyebarkan zat-zat berbahaya itu. "Profil serangan yang kami gunakan membantu meminimalkan kekhawatiran tentang bagaimana bahan kimia akan tersebar dalam serangan," tuturnya.
Serangan itu pun disebut AS akan membuat Suriah kembali mundur bertahun-tahun dalam program senjata kimia mereka. AS juga membantah pernyataan Suriah bahwa militer mereka telah menghalau sejumlah serangan dari AS, Inggris, dan Prancis. "Kami tidak memiliki indikasi bahwa sistem pertahanan udara Rusia dikerahkan, semua pesawat kami dengan aman dikembalikan ke pangkalan mereka," tegas McKenzie.
Dia mengakui memang ada kemungkinan evakuasi dilakukan sebelum serangan dimulai. Namun menurut McKenzie, serangan dilakukan sengaja di pagi buta untuk menghindari jatuhnya banyak korban. "Kami juga memilih untuk menyerang pada pukul 4 pagi, jadi kami tidak mencoba membunuh banyak orang di lokasi yang menjadi target," papar dia.
Sementara itu juru bicara Pentagon, Dana White, menyoroti kampanye disinformasi dalam serangan ke Suriah ini. Rusia yang merupakan sekutu Suriah menyatakan telah berhasil menembak 71 dari sekitar 110 rudal yang dikirimkan AS Cs.
"Kampanye disinformasi Rusia sudah dimulai. Ada peningkatan 2.000% troll Rusia (buzzer) dalam 24 jam terakhir, oleh karena itu kami akan membuat Anda semua mengikuti fakta yang ada," urai White.
Serangan udara AS, Inggris dan Prancis pada Sabtu (14/4) dini hari, menargetkan sejumlah fasilitas senjata kimia milik Suriah. Serangan itu bertujuan menghukum rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad yang diyakini mendalangi serangan kimia di Douma, pekan lalu, yang menewaskan puluhan warga sipil. Rezim Assad telah membantah tudingan itu. (cnn/det/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :