Anggota TNI Hajar Polantas

 
PEKANBARU - Bripda Yoga Fernando, anggota Polantas Polresta Pekanbaru, menerima penghargaan setelah menjadi korban pemukulan anggota Korem 031 Wira Bima, Serda Nopriadi Wira Sinaga. Dia dianggap sebagai polantas yang sabar.
Penyerahan penghargaan ini dilakukan di halaman Mapolresta Pekanbaru Jalan Ahmad Yani. “Penghargaan ini kita berikan kepada anggota kita yang telah sabar dalam menghadapi di lapangan dalam mengatur berlalu lintas,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto. 
“Kepada siapa pun, saya pesankan agar anggota di lapangan harus tetap sabar,” tambahnya. Selanjutnya, Bripda Yoga diberi kesempatan di hadapan peserta apel menceritakan peristiwa yang dialami. Dia menyebutkan mengalami pemukulan di bagian kepala yang masih mengenakan helm. 
“Awalnya saya melihat ada pengendara tak menggunakan helm. Tapi begitu saya dekati, ternyata di balik jaket pengendaranya menggunakan baju PDH TNI. Jadi saya lewat saja untuk memotongnya,” kata Yoga. 
“Saya mendahului beliau, tanpa ada gerakan apa pun, tidak juga meliriknya. Saya hanya melihat motornya tidak pakai kaca spion,” terangnya. Di depan Ramayana (Pasar Sukaramai), dia berhenti untuk menertibkan motor yang ada di jalan. 
“Dia menabrak saya dari belakang. Saya sempat bertanya, 'Apa salah saya Bang, kenapa ditabrak'. Terus dia celoteh dan ngomel-ngomel, beliau menyebut dengan kata-kata yang tidak pantas. Saya mencoba mendinginkan suasana,” ceritanya.
Tak lama kemudian, oknum TNI tersebut turun dari motor, lalu menendang motornya. “Dia mulai memukul helm saya empat kali. Terus saya ngajak beliau untuk berjalan karena sudah pada macet. Sempat mengancam akan mengeluarkan sangkurnya, tapi tak jadi,” tutur Yoga.
Selanjutnya, dia lantas berjalan dengan sepeda motornya. Tak lama kemudian disusul kembali oleh oknum tersebut. Sempat terjadi cekcok mulut lagi. “Saya sampaikan, 'Kalau ada kesalahan saya, saya minta maaf ke Abang'. Tapi dia malah menendang kaki saya hingga hampir oleng di atas motor,” urai dia.
Yoga pun sudah memaafkan kasus tersebut. Dia juga tidak berniat membawa masalah itu ke jalur hukum. “Kami sudah dipertemukan dengan anggota TNI itu. Saya sudah memaafkan semua atas peristiwa itu,” tegasnya.
Aksi Serda Wira, begitu dia biasa disapa, sekejap viral di jejaring sosial. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Alfret Denny Tuejeh menyesalkan insiden yang terjadi di jalan raya kemarin. “Tidak seharusnya terjadi,” kata Alfret.  
TNI AD sebagai institusi, katanya meminta maaf kepada Polri dan Bripda Yoga. “Kita tentu meminta maaf kepada pihak korban Bripda Yoga, juga kepada institusi Polri dan masyarakat,” tambah Alfret. 
Meski demikian, dia menambahkan, Serda Wira dikenal memiliki tabiat dan perilaku kurang baik.  Wira juga pernah diperiksa kejiwaannya dan hasilnya menunjukkan Wira mengalami gangguan kejiwaan. 
“Sedang dalam proses berobat jalan,” tutur dia. Meski demikian, TNI AD tidak mentolerir tindakan Wira. Proses hukum militer tetap berjalan.  “Proses hukum tetap jalan karena TNI AD tidak mentolerir kejadian seperti ini,” ungkapnya. 
Lalu, apa penyebab gangguan kejiwaan yang diidap Serda Wira? “Kalau itu masih akan didalami. Dalam proses hukum nanti akan ada pemeriksaan kejiwaan,” ujarnya. “Nanti setelah didalami baru akan ketahuan,” tutupnya. (dk/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :