Barisan Kimiawan Siap Perangi Hoax


MALANG - Banyaknya berita yang secara ilmiah kimia adalah hoax menjadi fokus kerja Himpunan Kimia Indonesia (HKI).
Diungkapkan Ketua Terpilih HKI, Dr Mohamad Rafi cukup besar hoaks dalam masyarakat, berkaitan dengan pemelintiran pemahaman kimia untuk meraup keuntungan.
“Kadang "hoaks manfaat" itu justru membahayakan tubuh kita. Di sinilah peran HKI diperlukan untuk mencerdaskan masyarakat. Pemerintah dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), juga membutuhkan peran HKI, dan barisan kimiawan Indonesia,” tegasnya saat agenda serah terima kepengurusan, di Gedung Mipa Center lt 7, FMIPA-UB, beberapa waktu lalu.
Senada, Ketua Senior HKI yang juga dosen Universitas Ma Chung Tatas Brotosudarmo, Ph.D, banyak berita-berita yang secara ilmiah kimia itu “hoaks”. Sehingga menjadi fungsi dari HKI untuk meluruskannya dan memberi pendidikan kepada masyarakat terkait topik-topik hangat.
“Misalnya air minum hexagonal yang secara keilmuwan tidak benar, namun digunakan untuk marketing,” ungkap Tatas kepada Malang Post, kemarin.
Sementara itu, sesuai agenda, 2 Januari 2020 mendatang, akan dilakukan serah-terima kepengurusan berikutnya dari Ketua Umum Prof. Harno ke Dr. Rafi. Saat itu, Ketua-Terpilih yang baru, akan muncul namanya, dari Kongres HKI yang tahun 2019 ini akan dilaksanakan di Bogor, bersamaan dengan International Conference of the Indonesian Chemical Society (ICICS). Tahun 2020 pertemuan dilaksanakan di Mataram, NTB, dan pada 2021, di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Model kepemimpinan kolegial, selalu bertiga (Ketua Umum, Ketua Senior, dan Ketua-Terpilih), ditetapkan pada Kongres HKI di Medan, Sumatera Utara, pada 2015. Dengan ketetapan ini, Himpunan Kimia Indonesia memasuki babak baru, dengan pertumbuhan yang lebih kuat, dan sustainability yang lebih terjaga.
Setelah "kelahiran kembali" HKI menjadi badan hukum perkumpulan pada 2017, pada 2018 HKI di bawah kepemimpinan Tatas melakukan langkah penguatan sistem keorganisasian, sistem informasi dan diseminasi (web), keanggotaan, keuangan, kerjasama, dan lainnya. Dengan landasan yang lebih bersistem ini, Prof Harno telah merumuskan target programnya tahun 2019 untuk membuat HKI menjadi salah satu rujukan utama, baik bagi masyarakat, atau pemerintah, untuk hal-hal yang berkaitan dengan kimia. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :