Diduga karena Lilin, Wihara Terbakar


BANDUNG - Bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, kemarin, kebakaran melanda sebuah wihara di Jalan Kelenteng Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, sekitar pukul 10.41 WIB.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung menyatakan petugas sudah berada di lokasi kejadian untuk memadamkan kobakaran api. "Sedang dalam penanganan petugas untuk mengatasi kebakaran wihara di jalan kelenteng," kata seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung, di lokasi, Selasa (5/2).
Sebanyak 12 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. "Untuk memadamkan api, kita kerahkan 12 unit, dua mobil tangki air dan sisanya pancar," kata salah seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Ghia Handika, di lokasi kejadian.
Kebakaran di Wihara Satya Budhi, di Jalan Kelenteng, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, dipadamkan setelah satu jam api berkobar. Kepolisian pun menerjunkan tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) untuk menyelidiki muasal api.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Ferdy Ligaswara mengatakan, api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 10.44 WIB. Api diduga berasal dari gudang penyimpanan lilin.
Untuk memadamkan api, petugas dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menurunkan sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran. Selain petugas damkar, kesigapan juga dilaksanakan jajaran polisi, TNI, dan petugas pengamanan setempat yang mengerahkan penggunaan tabung APAR yang tersedia di lokasi kejadian, dan semuanya berfungsi dengan baik, sehingga mempermudah proses pemadaman api.
Petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah setelah berjuang selama satu jam. Mereka mulai berangsur meninggalkan lokasi sejak pukul 12.30 WIB. "Secara tupoksi kami melaksanakan tugas secepat mungkin melakukan pemadaman. Selain itu, kita melakukan pemblokiran yang kita tahu objek terbakar mengandung bahan kimia yaitu lilin," ujar Ferdy.
"Saat kejadian sedang ada yang beribadah. Lalu ada titik api dari salah satu pusat peribadatan. Api kemudian menyebar ke bangunan," tambahnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :