Ditelantarkan Agen Haji, Lapor ke Bareskrim


JAKARTA - Seorang calon jemaah haji asal Makassar, Sulawesi Selatan, melaporkan agen penyelenggaraan haji ke Bareskrim Polri. Pasalnya, setelah membayar Rp 142 juta, calon jemaah haji bernama Andi Besse Indah ini merasa ditelantarkan agen Prima Unggul Wisata.
"Modus yang digunakan itu, satu-dua bulan sebelumnya para jemaah disuruh setor uang sebanyak Rp 142 juta per orang. Setelah disetorkan, tapi janji ibu dan anak ini akan diberangkatkan tidak juga (terwujud)," kata kuasa hukum Besse, Razman Arif Nasution, di gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8/2017).
Besse diminta datang ke Jakarta. Lalu dia berangkat bersama tiga anggota keluarga lainnya.
Besse sendiri tiba pada Selasa (15/8) dan diinapkan di sebuah hotel di Jakarta Utara. Tiga saudaranya sudah diberangkatkan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Tapi Besse masih di Jakarta.
"Lalu Ibu Besse ini ditelantarkan di Jakarta. Tiga saudaranya sudah berangkat menuju Mekkah. Mereka singgah di Kuala Lumpur dulu. Tapi Ibu Besse ini tidak berangkat," ucapnya.
Razman mengaku sempat mengontak pihak agen Prima Unggul Wisata. Dia memastikan visa yang dipakai kliennya untuk berangkat haji ke Mekkah. Kemudian baru diketahui, visa yang akan diberikan kepada Besse ialah visa wisata. Dia lalu mempertanyakan penyebab kliennya tak kunjung berangkat ke Mekkah. "(Saya tanya) kenapa (Besse) tidak berangkat. Katanya belum siap visanya. Kenapa yang lain berangkat, yang lain bisa. Katanya sedang diurus. Saya tanya dengan siapa urus visa ini?" ujarnya.
Atas kasus ini, Razman melaporkan agen Prima Unggul Wisata atas dugaan penipuan ke Bareskrim Polri. Dia membawa sejumlah dokumen dan tas dari pihak agen yang akan digunakan untuk naik haji. (dtc/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :