Please disable your adblock and script blockers to view this page


Jokowi Bertemu Prabowo Jadi Modal Tinggi untuk Dunia Usaha


JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani meyakini rencana besar dalam membuat pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh secara merata bisa terwujud. Dia bilang hal itu bisa terwujud usai adanya pertemuan antara Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Sabtu (13/7).
"Saya meyakini baik Pak Jokowi dan Pak Prabowo keinginannya untuk meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, dan selalu menjaga pertumbuhan perekonomian yang merata," kata Rosan.
Rosan menyampaikan, momen pertemuan Jokowi-Prabowo menjadi sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Pasalnya, kedua orang ini sebelumnya bersaing dan berkompetisi untuk menjadi pemimpin Indonesia.
Momen pertemuan ini, kata Rosan, juga menjadi modal bagi dunia usaha untuk mempercayai ekonomi nasional aman dan cocok sebagai ladang investasi.
"Bahwa di Indonesia walaupun kita banyak perbedaan perjuangan tetapi selalu satu, dan kedamaian dan perdamaian adalah modal kita berusaha, menumbuhkan kepercayaan yang tinggi untuk dunia usaha," jelas dia.
Oleh karena itu, Rosan berharap ke depannya kedua belah pihak bisa rekonsiliasi serta mampu menjaga dan merawat perdamaian dan kesejukan seperti sekarang ini.
"Sekarang bagaimana kita memanfaatkan momentum ini. Tentunya kedua belah pihak kita bersama-sama berekonsiliasi membangun negara ini," ungkap dia.
Sentimen positif juga terjadi di bursa saham. Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai bakal ikut terdongkrak dengan adanya moment tersebut. Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo tersebut akan direspon positif oleh pasar. Sebab, kata dia, pertemuan itu mencerminkan kondisi demokrasi yang berjalan baik hingga membuat investor percaya dengan politik yang terjadi di Indonesia.
"Saya pikir akan positif untuk pasar. Indikasi politik yang akan damai," ujarnya.
IHSG pada pekan depan diperkirakan akan dibuka positif di level 6.434 sampai 6.465 setelah anjlok pada penutupan perdagangan Jumat pekan ini. Namun, IHSG diproyeksi masih belum bisa menembus level 6.500.
"IHSG melemah 43 poin membentuk candle dengan body turun dan shadow di atas dan bawah indikasi tekanan turun. IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6.369 sampai 6.324 dan resistance di level 6.434 sampai 6.465," paparnya.
Menurutnya, penguatan IHSG itu akan terjadi hingga diumumkannya nilai suku bunga hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18 Juli nanti.
"Perkiraan kami bunga tetap sehingga pasar bisa koreksi sesudah itu," tuturnya. (dtc/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :