KJRI Jeddah: Jangkrik di Masjidil Haram Tak Berbahaya


MEKKAH - Kompleks Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi diserang ribuan ekor serangga. Kawanan serangga itu menempel pada dinding dan lantai di kompleks masjid suci tersebut. Bahkan ada beberapa ekor yang dilaporkan menempel pada pakaian ihram yang dipakai para jemaah.
Seperti dilansir Morocco World News dan Gulf Business, Jumat (11/1/2019), sejumlah foto dan video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kawanan jangkrik hitam menyerbu kompleks Masjidil Haram. Para pengguna media sosial yang memakai tagar #jangkrik dalam bahasa Arab menyatakan rasa jijik pada pemandangan tak biasa yang menunjukkan kawanan jangkrik menempel di dinding, lantai hingga pakaian para jemaah. Mereka meminta penjelasan soal pemicu serbuan serangga ini.
Menanggapi insiden itu, Emirat Provinsi Mekkah mengerahkan petugas-petugas khusus untuk melakukan pembersihan. Dalam pernyataannya via Twitter, Emirat Provinsi Mekkah menyatakan pihaknya mengerahkan 22 tim beranggotakan 138 orang untuk membasmi jangkrik-jangkrik itu. "Mengutamakan keselamatan dan kenyamanan para jemaah," demikian pernyataan Emirat Provinsi Mekah via akun Twitter resminya, @holymakkah.
Via Twitter, Emirat Provinsi Mekah merilis foto-foto saat petugas melakukan pengasapan desinfeksi pada saluran-saluran air di kompleks Masjidil Haram juga di jalanan kota Mekah. "Kami fokus pada area-area reproduksi dan pengembangbiakan serangga-serangga, saluran air dan sumber air terbuka di sekitar halaman Masjidil Haram dan di dalam toilet yang tersebar di halaman masjid," imbuh pernyataan Emirat Provinsi Mekkah.
Insiden ini mengingatkan pada badai kuat yang menyapu Mekkah pada Agustus lalu, yang memicu kerusakan ringan pada tenda-tenda para jemaah dan menggeser 'Kiswah', selubung permadani penutup Ka’bah.
Menurut informasi sementara yang didapat KJRI Jeddah, serangga jenis jangkrik tersebut tak berbahaya. "Sampai hari ini, belum ada info resmi dari pemerintah Saudi. Menurut beberapa kontak, jangkriknya tidak berbahaya, seperti kerumunan lalat," kata Konsul Pensosbud KJRI Jeddah Ahmad Syofian, kemarin.
KJRI Jeddah masih terus mengamati perkembangan situasi terkait invasi serangga-serangga ini. Namun, menurut Ahmad, kawanan jangkrik itu tak sampai memenuhi Kota Mekkah. "Meski jangkrik dan belalang biasa dijumpai di Mekah karena topografinya yang lembah, terlihat di publik dalam jumlah yang masif ini baru pertama terjadi," ungkap Ahmad.
Menurutnya, bukan hanya di kompleks Masjidil Haram, jangkrik-jangkrik itu juga masuk ke rumah-rumah hingga sekolah di Mekah. Pemerintah setempat pun melakukan desinfeksi besar-besaran. (dtc/ra/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :