Panelis Debat Diikat Pakta Integritas Kerahasiaan Pertanyaan


JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan delapan panelis dan dua moderator akan menandatangani pakta integritas untuk tidak membocorkan pertanyaan debat capres kedua Pemilu 2019.
Arief menyampaikan hal ini menyusul kesepakatan KPU dan dua tim sukses untuk tidak lagi membocorkan materi debat seperti debat pertama. "Ini rahasia, sangat rahasia. Bahkan, panelis dan moderator akan menandatangani pakta integritas untuk tidak membocorkan bahasan, atau proses pembahasan dan rumusan narasi pertanyaan ke pihak luar," kata Arief saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (6/2).
Selain moderator dan panelis, hanya Arief yang akan mengetahui bocoran debat. Arief mengaku akan mengecek materi debat di saat akhir dan meyakinkan tidak akan membocorkan hal tersebut.
Arief menyebut keputusan itu sudah disetujui oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Pakta integritas akan ditandatangani akhir minggu ini bersamaan dengan finalisasi materi debat. "Jumat besok kita akan berencana melakukan FGD dari beberapa kelompok organisasi, kelompok masyarakat bersama beberapa panelis. Kemudian Jumat malam atau Sabtu, panelis bersama moderator akan mengkonkretkan atau merumuskan narasi yang akan disampaikan pada saat debat," tutur dia.
Arief mengonfirmasi debat kedua masih akan menerapkan format yang sama dengan debat pertama. Namun ada perubahan di segmen empat. Pada segmen tersebut akan digelar debat eksploratif di mana kedua kandidat akan berdebat tanpa batasan waktu. Dalam rentang waktu 16 menit, moderator akan memandu kedua kandidat untuk saling mengasah gagasan.
"Nanti kita akan putar film sesuai tema. Jadi nanti ada infrastruktur, energi, pangan, SDA, lingkungan kita ambil satu film acak, terus diputar. Masing-masing pihak dikasih waktu untuk menanggapi, kemudian saling menanggapi respons yang sudah diberikan," ujar Arief menjelaskan.

Berita Terkait

Berita Lainnya :