Please disable your adblock and script blockers to view this page


PBB Gali 12 Kuburan Massal


MOSUL - Tim penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggali 12 kuburan massal untuk mengumpulkan bukti dugaan pembantaian kelompok militan ISIS. Diduga kelompok minoritas Yazidi di Irak yang menjadi korbannya.
Kepala tim penyelidik PBB, Karim Asad Ahmad Khan mengatakan penyelidikan dengan menggali kuburan massal ini sudah direncanakan sejak Oktober 2018. Mereka kemudian mulai menggali kuburan di Kojo dan Sinjar pada Maret dan April lalu.
Menurut Khan,
"Kemajuan terlihat lebih lambat dari yang diharapkan dalam penyelidikan. Perlu membentuk alur yang jelas dan efektif," kata Khan tentang teknis penggalian kuburan massal.
Lebih lanjut Khan menjabarkan, penyelidikan PBB berfokus pada tiga penyelidikan. Yakni pembantaian terhadap kaum Yazidi pada tahun 2014, kejahatan di Mosul dari tahun  2014 hingga 2016, dan pembunuhan massal terhadap militer Irak di wilayah Tikrit pada Juni 2014.
Pemerintah Irak menolak penyelidikan oleh PBB meskipun telah ada bukti lebih dari 200 makam korban ISIS di Irak. Meski demikian, PBB tetap menjalankan tugasnya dengan satu tim yang beranggotakan 48 orang.
Tim penyelidik melaporkan bahwa para korban di Mosul, Tikrit, Dohuk, dan wilayah lain di Irak menceritakan penderitaan mereka. Mulai dari pembantaian hingga para perempuan yang dijadikan budak ISIS.
Saat ini sedang berunding terkait perjanjian dengan pihak berwenang Irak guna menyerahkan bukti-bukti. PBB juga siap menyediakan semua kebutuhan dalam persidangan agar kelompok militan ISIS bertanggung jawab atas perbuatannya. (cni/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :