Pemilu 2019, Penghitungan Diprediksi Memakan Waktu Lama

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memastikan penghitungan hasil Pemilu serentak 2019 akan selesai dalam hari yang sama dengan proses pemungutan suara. Perhitungan suara di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) diprediksi berlangsung hingga dua hari.
Komisioner KPU RI Ilham Saputra berkata, proses penghitungan hasil Pemilu 2019 diprediksi berjalan lama karena banyaknya kotak suara yang harus dibuka. Pada pemilu serentak nanti, terhitung lima kotak suara akan disediakan di masing-masing TPS.
Kelima kotak suara itu memuat hasil pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD tingkat Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan Presiden.
"Saya khawatir jangan-jangan (Pemilu serentak) proses pemungutannya saja, karena kalau kita hitung nanti berdasarkan simulasi sampai jam berapa. Untuk Pemilu legislatif saja sampai subuh, kalau digabung lagi dengan Pilpres sampai jam berapa misalnya," ujar Ilham di Kantor KPU RI, Jakarta, kemarin.
Kepastian ihwal waktu pemungutan dan penghitungan hasil pemilu 2019 akan dibahas KPU dalam rapat bersama DPR RI. Ilham berharap rapat membahas beberapa peraturan untuk Pemilu 2019 dapat dilakukan dengan Komisi Pemerintahan DPR RI sebelum masa reses berakhir, 22 Agustus mendatang. Selain membahas ihwal waktu pemungutan dan penghitungan suara, KPU juga berencana membahas definisi 'kotak suara transparan' pada rapat nanti. "Kami akan tulis surat untuk RDP terkait PKPU Pilkada dan Pemilu," tuturnya.
Penyelenggara Pemilu juga akan menghitung komposisi jumlah pemilih yang dapat ditampung pada setiap TPS dalam pemilu serentak.
Pada Pemilu Legislatif 2014, maksimal pemilih yang diizinkan memilih di tiap TPS adalah 500 orang. Sementara, jumlah maksimal pemilih di TPS pada Pemilu Presiden 2014 adalah 800 orang. Aturan jumlah maksimal pemilih kala itu diatur dalam UU Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif. 
Saat ini, aturan ihwal jumlah pemilih pada TPS disebut diserahkan lembaga legislatif ke penyelenggara pemilu. "Feeling kita sih mungkin bisa sampai 500 lah (pemilih di tiap TPS). Kalau dulu kan bisa sampai 800 (orang per TPS). Ini sedang kita pelajari dulu," katanya.
(cnn/det/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :