Polisi Ungkap Prostitusi Online Pemandu Lagu


BLITAR -  Prostitusi online yang melibatkan anak-anak di Kabupaten Blitar diungkap polisi. Tersangka menggunakan group di medsos untuk menawarkan anak buahnya. Tersangka menawarkan pemandu lagu atau biasa disebut LC yang sekaligus bisa diajak kencan.
Mereka yang tertarik dengan tawaran tersangka, akan mengirim pesan melalui inbox. Dilanjutkan dengan saling bertukar nomor handphone untuk melaksanakan transaksi langsung. Menariknya, para pelanggan kebanyakan adalah pengunjung tempat karaoke.
Tersangka adalah Reza Satya Angga Pratama, 24, warga Jalan Bromo RT 01 RW05 Kepanjen Kidul, Kota Blitar. “Tim cyber troop melakukan patroli, lalu mendapati chatting grup di medsos,” kata Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M Ridha, kemarin.
“Kami pancing seorang anggota menghubungi tersangka dan berhasil kami ungkap prostitusi online itu,” ujarnya lagi.  Di depan wartawan, Reza mengaku mendapatkan dua anak itu dari temannya. Temannya itu, sudah terbiasa mencarikan teman wanita bagi para pengunjung karaoke.
“Saya jemput mereka di Penataran. Lalu saya bawa ke hotel. Begitu ketemu pelanggan, terima uang, biasanya mereka saya tinggal,” kata lelaki bersemir rambut pirang itu. Reza juga mengaku, selain dua anak yang dibawa, ada beberapa anak lain yang menjadi anak buahnya.
Namun, dia juga menawarkan wanita dewasa untuk menemani para pelanggannya. Begitu tersangka keluar kamar hotel, petugas dengan sigap menangkapnya. Turut diamankan dari lokasi kejadian dua buah HP milik tersangka dan korban.
Selain itu uang tunai Rp 3 juta, uang tunai dari resepsionis hotel sebesar Rp 210.000 dan sebuah kunci kamar nomor 15, tempat dilakukan transaksi. Anak buah Reza sendiri ada sebanyak 15 orang. Mereka semua berprofesi sebagai pemandu lagu.
Namun karena delapan tempat karaoke itu ditutup oleh Pemkot Blitar, akhirnya para LC meminta sang muncikari mencarikan pelanggan lewat media sosial. “Semua wanita dewasa yang berprofesi sebagai LC,” tambah Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Efendi
Karena korbannya adalah anak di bawah umur, tersangka Reza diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. Rata-rata, para wanita panggilan ini ditawarkan dengan tarif antara Rp 1,5 juta. Sedangkan yang dibawa umur, bisa mencapai Rp 2 juta. (dk/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :