Seperti Bom Bali, 48 Orang Hangus

 
TANGERANG -Tragedi ledakan terjadi di Tangerang, seperti bom Bali. Sedikitnya 48 orang tewas terpanggang, akibat ledakan disusul kebakaran hebat di pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses Penggudangan 99, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10) kemarin. Kondisi jenazah korban tak bisa lagi dikenali karena dalam kondisi hangus. Data korban tewas itu tercatat hingga pukul 20.45 semalam, sekitar 46 orang dirawat di rumah sakit.
Tragedi terbakarnya pabrik kembang api itu terjadi di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi, Kampung Cengklong, RT 20, RW 10, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Peristiwa yang terjadi Kamis (26/10) sekira pukul 09.00 itu pun mengakibatkan 46 buruh mengalami luka bakar. 
Pabrik petasan di Kosambi Tangerang, memiliki 103 pekerja. Sejauh ini, data korban tewas mengenaskan sebanyak 48 orang dan 46 orang lainnya luka-luka. Sehingga yang sudah terdata baru 94 orang. Sembilan lainnya, diperkirakan selamat.
Hingga pukul 16.00,  masyarakat bersama tim gabungan pemadam kebakaran (Damkar) dari Kabupaten dan Kota Tangerang terus melakukan evakuasi di balik reruntuhan reruntuhan pabrik milik Indra Liyono, 40, warga Kalideres, Jakarta Barat itu.      
Korban luka dan meninggal langsung diungsikan ke tiga rumah sakit terdekat. Rinciannya, sebanyak 31 korban dibawa RSIA Bunda Kosambi, lima orang diungsikan ke RS Mitra Husada Tangerang sementara tujuh lainnya dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang. Hingga kini, polisi masih mengidentifikasi penyebab kebakaran tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat dua pegawai Amri, 23, dan Ajud, 30, sedang mengerjakan pemasangan atap mess pabrik. Tiba-tiba dari bagian produksi kembang api terdengar suara ledakan. Jarak antara saksi dan TKP sekitar 20 meter. Ledakan itu membuat atap pabrik jebol dan mengeluarkan api. ”Tiba tiba atap melayang ke atas, kami langsung lari,” ujar Amri.
Amri langsung berteriak kepada rekan-rekannya yang berada di dalam untuk segera keluar dari ruangan. Api yang sudah membesar kemudian menyambar seluruh bangunan gudang. Puluhan pegawai berhamburan keluar. Mereka berteriak juga meminta tolong kepada petugas bahwa ada rekannya yang masih terperangkap di dalam gudang tersebut.
Selain bangunan, api juga menghanguskan dua unit mobil Daihatsu Xenia dan truk boks Mitsubishi yang terparkir di luar gedung. Setengah jam kemudian, sebanyak empat ambulan dikerahkan untuk mengevakuasi mayat tersebut. 
Dua kendaraan Damkar juga disiapkan di luar lokasi selama proses pendinginan berlangsung. Asap hitam masih membumbung tinggi di TKP. ”Kondisi korban sangat mengenaskan, sudah hangus dan sulit dikenali,” ujar Kapolres Metro Tangerang, Kombespol Harry Kurniawan.
Ditambahkan, dari kejadian ini telah mengerahkan sekitar 50 personel untuk membantu evakuasi korban.  Saat ini polisi masih melakukan olah TKP.  Sekitar pukul 14.00, dua petugas tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan evakuasi ke dalam ruangan. Mereka juga membawa sejumlah kantong jenazah. 
Kabid Dokter Kesehatan Polda Metro Jaya Umar Shahab yang berada di lokasi menjelaskan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi mayat korban. Dia juga meminta keluarga untuk datang ke RS Polri Kramat Jati Jakarta.
”Kepada masyarakat yang merasa keluarganya masuk dalam korban silahkan datang ke sentral visum dengan bawa data gigi geligi,” tandasnya.
Terpisah, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis menuturkan, saat sudah tercatat 48 korban tewas dalam peristiwa kebakaran tersebut.
"Sementara sudah ditemukan 48 orang," kata Irjen Pol Idham Azis saat dikonfirmasi.
Para korban tewas tersebut dibawa dengan kantong jenazah berwarna oranye untuk dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati. Untuk memudahkan mengidentifikasi para korban, polisi telah mendirikan tenda untuk para keluarga korban.

Berita Terkait