Megawati Mengaku Ingin Pensiun dari Ketua Umum PDIP

JAKARTA- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan keinginannya untuk pensiun dari posisi orang nomor satu di PDIP. Hal tersebut disampaikan Megawati saat membuka sekolah calon anggota legislatif tingkat DPR di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11).
Megawati mengatakan, alasannya ingin pensiun karena sudah cukup lama menjadi Ketum PDIP. "Memang saya kalau dilihat, perjalanan politik sudah cukup lama. Saya ketum parpol paling senior sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah lama berharap diganti," ujar Megawati. 
Megawati diketahui menjabat sebagai Ketum PDI sejak tahun 1993. Kursinya sempat digoyang lewat Kongres Luar Biasa PDI tahun 1996 yang menetapkan Soerjadi sebagai Ketum PDIP. Tak menerima hasil itu, PDI di bawah kepemimpinan Megawati berubah nama menjadi PDI Perjuangan. Sejak saat itu, kursi Megawati tidak pernah goyah hingga saat ini.
Di sisi lain, Megawati curhat soal tugas tambahan yang diberikan Presiden Jokowi Widodo, yakni sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Ideologi Pancasila. Ia mengaku heran masih dipercaya memimpin meski usainya sudah beranjak tua. "Padahal umur saya sudah 70 plus. Tapi hari ini malah ditambahi tugas ideologi Pancasila," ujarnya.
Tak hanya soal keinginan pensiun dan tugas dari Jokowi, Megawati juga curhat soal minimnya partisipasi perempuan dalam dunia politik. Hal itu membuat dirinya merasa kesepian ketika berpolitik. "Jadi makin hari makin kesal pada diri saya sendiri apa salahnya dengan saya dan perempuan Indonesia. Kenapa mereka ini tidak mau menjadi tokoh politik seperti saya," ujar Megawati. Lebih dari itu, Megawati mengaku sejak muda tidak pernah menyangka bisa menjadi tokoh nasional, termasuk bisa menjadi presiden.  
Pada bagian lain, Megawati Soekarnoputri bercerita bahwa dia dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saling menghormati satu sama lain. Hal ini, kata Megawati, lantaran dirinya tak pernah menghujat orang lain. "Tidak pernah saya menghujat orang sampai Pak Prabowo pun dengan saya hormat. Karena saya tidak pernah mengatakan hal-hal yang jelek. Pak Prabowo tidak pernah juga menjelekkan saya, tidak pernah," kata Megawati.
Meski demikian, Megawati menyinggung orang-orang yang ada di sekeliling Prabowo. Ia berkata ada orang di sekeliling Prabowo seolah-olah melakukan hal yang buruk, salah satunya saat mengkritik pemerintah. Ia melihat orang di sekeliling Prabowo tidak positif dalam mengkritik pemerintah.
"Kalau saya bilang, kasian beliau (Prabowo) kenapa orang di lingkungannya seperti itu. Seakan-akan itu adalah orang di lingkungannya yang selalu menjalankan hal-hal yang buruk," ujarnya.
Megawati juga mengaku tidak khawatir ucapannya itu nanti akan dipelintir oleh media. Ia berkata akan langsung menghubungi Prabowo untuk memberi penjelasan jika itu yang terjadi.
"Kalau nanti saya nyebut Pak Prabowo di-bully-bully, saya telepon Pak Prabowo," jelas Mega disambut tepuk tangan kader PDIP.
Di sisi lain, Megawati mengaku aneh dengan situasi bangsa saat ini. Ia melihat Indonesia yang dibangun dengan susah payah hendak pecah belah dan diadu domba lewat berbagai cara. "Tentu saya tidak bisa menerimanya," tuturnya. (cnn/det/udi)

Polisi Periksa Intensif Terduga Pembunuh Keluarga

JAKARTA- Polisi melakukan pemeriksaan terhadap seorang pria berinial HS yang diduga sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi yang terjadi pada Selasa (13/11) dini hari. 

Uji Coba Simkah Web di 2.000 KUA


Kemenag
 
JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Sistem Informasi Pernikahan Berbasis Website (Simkah Web). Kini, Simkah Web telah diuji coba di lebih dari 2.000 Kantor Urusan Agama (KUA). 

Berita Terkait

Berita Lainnya :