16 Tim Perebutkan Piala Bergilir Kapolres Batu

EKSEBISI: Ketua I Koperasi SAE Pujon, Hasan Suwardi (kiri) melawan Kapolsek Pujon, AKP M. Budiarto (kanan) dalam  pertandingan eksebisi turnamen Bulutangkis Bhayangkara Cup 2019, di Aula Waserda Kop Sae Pujon, mulai Kamis (18/7) sore.
 
 
Bulutangkis Bhayangkara Cup 2019
BATU - Peringatan Hari Bhayangkara ke-73 dirayakan dengan menggelar turnamen Bulutangkis di Aula Waserda Kop Sae Pujon, mulai Kamis (18/7) kemarin sampai Sabtu (20/7) besok. Turnamen yang dihelat Koperasi SAE Pujon bersama Polres Batu itu, diikuti 16 tim dengan total 96 atlet dari wilayah Polres Batu.
Pertandingan dibuka dengan eksebisi antara Ketua I Koperasi SAE Pujon, Hasan Suwardi dengan Kapolsek Pujon, AKP Budiarto. Selanjutnya dilakukan pertandingan penyisihan oleh para atlet. Kapolsek Pujon, AKP M. Budiarto menjelaskan, turnamen tersebut digelar untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-73. Selain itu sebagai ajang menyalurkan hobi dan meningkatkan tali silaturahmi dalam memperkokoh persatuan, persaudaraan dan kebersamaan antar warga.
Tak hanya itu, dengan adanya turnamen di wilayah hukum Polres Batu yang meliputi Kota Batu, Kecamatan Ngantang, Pujon, dan Kasembon Kabupaten Malang diharapnya bisa dimanfaatkan peserta untuk mengembangkan potensi diri. Untuk kemudian dapat mengikuti kejuaraan pada ajang lebih besar lagi.
"Melalui turnamen ini, Polres Batu berharap bisa memberi sumbangsih positif untuk olahraga bulutangkis. Melalui pendekatan ini, setidaknya bisa muncul atlet muda dari wilayah hukum Polres Batu," ujar AKP Budiarto kepada Malang Post, Kamis (18/7) sore.
Ia menjelaskan, dipilihnya turnamen cabor bulutangkis karena olah raga ini menjadi salah satu cabang olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Sehingga menurutnya, olahraga bulu tangkis perlu disupport.
"Cabor ini perlu didukung. Salah satunya dengan mengadakan turnamen ini. Sehingga ada pembinaan berkelanjutan yang dapat mengangkat semangat anak-anak muda," imbuhnya. 
Ketua I Koperasi SAE Pujon, Hasan Suwardi berharap, turnamen yang digelar sudah dua tahun ini, bisa menjadi inspirasi penggemar bulutangkis serta memberikan inspirasi bagi bibit-bibit muda potensial usia dini. Sehingga bisa mengikuti kompetisi tingkat kota, provinsi dan nasional dimasa mendatang. 
"Turnamen ini rutin kami gelar tiap tahun. Ini untuk kedua kalinya turnamen digelar dan memperebutkan piala bergilir Kapolres Batu," beber Hasan. 
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa turnamen menggunakan sistem setengah kompetisi dan sistem gugur. Dari 16 tim dengan total 96 peserta terdiri dari dua tim anggota Piltes Batu, dua tim anggota Kop SAE Pujon, dan masyarakat umum. 
Bagi pemenangnya, Juara I mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta, Juara II mendapatkan Rp 1,5 juta, dan Juara bersam III serta IV mendapatkan Rp 1 juta. Selain uang pembinaan pemenang juga mendapat piagam dan tropi. (eri/aim)

Berita Terkait