Ahsan/Hendra Duduki Peringkat Dua


JAKARTA - Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan secara mengejutkan menempati peringkat kedua dunia.  Hendra Setiawan pun menyebut peringkat yang didapat tersebut merupakan sebuah hal yang melebihi harapan mereka di tahun ini. Performa impresif Ahsan/Hendra di paruh pertama tahun 2019 membuat mereka kini duduk di posisi dua dunia dalam daftar peringkat terbaru BWF. Ahsan/Hendra mengungguli ganda-ganda muda macam Li Junhui/Liu Yuchen, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, Han Chengkai/Zhou Haodong, hingga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Mereka hanya kalah dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus masih unggul hampir 20 ribu poin dari Ahsan/Hendra saat ini.
"Tentunya kami senang dengan keberhasilan ini, apalagi kami sudah tidak lagi muda. Semoga kami bisa terus bertahan ke depannya," ujar Hendra.
Hendra mengakui keberhasilan naik ke peringkat kedua merupakan hasil yang melebihi harapan dirinya. "Hasil ini sudah melebihi target, karena tadinya kami cuma mau bertahan di peringkat keempat sampai akhir tahun. Namun tentunya setelah ini kami harus lebih siap karena ganda-ganda yang ada di bawah kami pasti mau mengejar," tutur Hendra.
Kejuaraan terdekat yang dijalani oleh Ahsan/Hendra adalah Kejuaraan Dunia Badminton 2019 yang berlangsung pada 19-25 Agustus. "Di kejuaraan besar, apapun bisa terjadi. Yang penting kami melakukan persiapan maksimal. Target awal kami dapat medali dulu [babak semifinal]," ucap Hendra.
Sementara itu Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky, mematok target medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Dia menganggap sebagai miniatur Olimpiade 2020 Tokyo.
Di Kejuaraan dunia yang berlangsung di Basel, Swiss, 19-25 Agustus, Indonesia mengirimkan empat ganda campuran. Yakni, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dan Ronald Alexander/Annisa Saufika.  Dari keempatnya, Richard berharap dua wakil Merah Putih menembus empat besar.
"Tetap target harus dikejar paling minimal semifinal," kata Richard ketika ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/8).
Menurut Richard target itu dibuat mengacu medali Olimpiade 2020. Kejuaraan Dunia 2019 menjadi tes awal sebelum pebulutangkis ganda campuran benar-benar berlaga di Tokyo sebab lawan-lawan yang dihadapi merupakan undangan dari Badminton World Federation (BWF).
"Ini pra-Olimpiade. Masa saya sudah membuat banyak pemain masih ketar-ketir," kata kakak kandung dari Rexy Mainaky ini.
BWF sudah merilis undian resmi pada Senin (5/8) lalu. Dari hasil undian, dua wakil ganda campuran Merah Putih langsung mendapat bye yakni Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria. Sementara itu, dua wakil lainnya harus berjuang sejak babak pertama yaitu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Mereka akan menghadapi wakil Jerman, Marvin Seidel/Linda Efler. Keduanya belum pernah bertemu.
Selain itu, Ronald/Annisa Saufika akan melawan pasangan Belanda Robin Tabeling/Selena Piek. Di atas kertas, Robin/Selena unggul satu kali kemenangan. Pertemuan mereka terakhir tersaji di Thailand Open 2019. Pasangan Belanda itu menang 21-18, 21-17 atas Ronald/Annisa.
"Ini kan ada empat ganda campuran kami turunkan. Harapannya bisa saling jegal tapi lihat situasinya juga bagaimana. Jelas pengalaman dari zaman Minarti Timur, saya selalu loloskan dua pasang," kata Richard. (ptr/jun/cnn/mcy/fem/dtc/jon)

Berita Terkait