Carolina Marin Absen 6-7 Bulan


JAKARTA - Carolina Marin sudah selesai menjalani operasi lutut setelah urat arterior cruciate ligament (ACL)-nya putus di Indonesia Masters 2019 lalu. Operasi tersebut berjalan dengan baik, dan Marin sudah diperbolehkan melakukan rawat jalan.
Kendati demikian, manajer Marin Ignacio Paramio menjelaskan bahwa buntut dari operasi tersebut, Marin tidak akan bisa kembali ke lapangan dalam waktu singkat. ‘’Carolina perlu istirahat sekitar enam sampai tujuh bulan ke depan. Kami bersyukur karena cedera yang ia alami tidak berimbas ke tulangnya,’’ katanya melalui e-mail.
Dengan asumsi Marin baru akan kembali lagi ke lapangan sekitar bulan Agustus atau September, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu harus bekerja keras menaikkan rankingnya yang dipastikan bakal merosot agar bisa lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Mengomentari hal tersebut, Ignacio mengatakan pihaknya yakin Marin tetap bisa lolos kualifikasi hingga batas waktu yang ditentukan.
‘’Kualifkasi Olimpiade Tokyo 2020 baru akan mulai bulan April tahun ini sampai April tahun depan. Kami tetap yakin Carolina bisa ikut berkompetisi di sana,’’ ujar Ignacio lagi.
Untuk diketahui, Marin didera cedera lutut saat melakoni partai final Indonesia Masters 2019 kontra wakil India Saina Nehwal. Marin yang saat itu sedang unggul 9-2 mendadak jatuh tersungkur usai mengembalikan bola lambung Saina. Hal tersebut membuat Marin terpaksa mundur dari pertandingan, dan gelar juara menjadi milik Saina.(jpc/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :