Gelar Laga Reuni Mantan Pemain KSI


MALANG – Sekitar 40-an alumni klub PS Kedawung Setia Indonesia (KSI), menjalani pertandingan uji coba di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (6/1). Alumni KSI dari Surabaya dan Malang, saling bertanding dalam laga reuni dalam tim yang dulunya klub internal Persebaya Surabaya tersebut.
“Jadi kami memang ingin menggelar reuni untuk para alumni KSI. Dan saya kaget yang ikut bergabung sangat banyak,” ujar Pemilik KSI, Suroso Mangunsubroto.
Menurutnya, reuni tersebut dia lakukan karena kangen dengan para pemain jebolan KSI. Ia ingin mengetahui perkembangan atau aktivitas dari mantan pemainnya yang sebagian besar kini telah menjaid pelatih. Baik pelatih professional klub atau pelatih SSB.
“Saya masih sering komunikasi sama mereka satu per satu. Tapi, kalau menggelar reuni seperti ini belum pernah dan baru kali ini,” beber dia kepada Malang Post.
Dalam laga yang dimulai pukul 08.00 WIB, berlangsung dua partai. Banyaknya alumni KSI yang hadir dalam reuni, membuat pemain terbagi dalam empat tim.
“Kali ini laganya berlangsung di Malang. Nanti gentian, kami atur jadwal, pertandingan di Surabaya,” terangnya.
Tercatat Aji Santoso, Kuncoro, Ferry Taufik, Siswantoro, Agung Prasetyo hingga Joko Kuspito ikut dalam laga reuni tersebut. Selain itu ada pula Budiarso, Kanedi, Sunaryo, Sudarsono, Andik Bayek hingga Didik Sofyan ikut dalam laga reuni reuni tersebut.
Suroso mengakui senang, ketika kembali melihat mantan pemainnya. Dia mengingat satu per satu tipikal pemainnya.
“Saya hanya berharap, mereka tidak meninggalkan sepak bola. Harus bisa ikut memajukan sepak bola Indonesia,” tegas dia.
Sementara itu, Kuncoro turut bermain dalam laga reuni, kemarin. Asisten Pelatih Arema FC ini tampil dua kali, membela tim usia 45 ke atas selama dua babak. Selanjutnya, dia bermain dengan jebolan KSI yang lebih muda. Yakni U-35 sampai U-45
“Senang, bisa kembali ketemu dengan klub yang dulu saya pernah ada di dalamnya. Dari sana, saya dulu mendapatkan inputan bermain di klub seperti Mitra Surabaya,” bebernya.
Dia mengatakan, KSI sebagai salah satu klub yang dulunya dikelola dengan serius dan mengorbitkan banyak pemain bagus. Selain itu, pemilik KSI juga menjadi sosok penting datangnya AC Milan ke Indonesia di tahun 1994. (ley)

Berita Terkait