Gregoria Tumbangkan Wakil Thailand


JAKARTA - Gregoria Mariska Tunjung menyudahi perlawanan Pornpawee Chochuwong (Thailand) dalam dua game langsung, 21-10, 21-8. Dengan hasil ini, Gregoria pun mengamankan tiket babak kedua Blibli Indonesia Open 2019.
Gregoria tampil cukup baik di laga pembuka. Sebaliknya, Chochuwong tak dapat mengikuti irama permainan Gregoria, beberapa kali ia salah mengantisipasi bola yang jatuh di sisi kanan belakang lapangannya. Poin pun terus bertambah untuk Gregoria.
 Di game kedua, Gregoria semakin tak terbendung, pukulan-pukulan halus Gregoria begitu menyulitkan pergerakan Chochuwong hingga beberapa kali ia mati langkah. Unggul jauh 11-3 di interval game, Gregoria terlalu jauh untuk dikejar.
“Di game awal dia main kurang lepas, saya ada kesempatan menekan dan banyak pegang permainan. Di game kedua hampir sama, lawan banyak membuat kesalahan sendiri. Bola pengembalian ke saya tidak menyulitkan, malah membuat sulit ke dia sendiri,” jelas Gregoria soal permaian.
Di babak kedua, Gregoria sudah ditunggu Ratchanok Intanon, juga asal Thailand. Intanon ke babak kedua setelah menundukkan Ruselli Hartawan, dengan skor 21-14, 21-14.
“Bola-bola Pornpawee tidak ‘sejahat’ Ratchanok. Dari kualitas dan cara main, Ratchanok lebih di atas Pornpawee. Ratchanok kan lebih banyak pengalaman dia pemain top dunia,” ujar Gregoria.
“Saya kalah straight game di pertemuan terakhir sama Ratchanok. Inginnya main penuh motivasi, nggak gampang buang poin, harus bisa ajak dia main yang ramai (sengit) supaya saya dapat pedenya,” tambahnya. Dua wakil lagi yaitu Fitriani dan Lyanny Alessandra Mainaky, baru akan bertanding, Rabu (17/7).
Sementara itu  Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus terhenti di babak pertama. Keduanya ditaklukkan wakil Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Hertrich, dengan skor 20-22, 14-21.
Praveen/Melati memang tak tampil dalam permainan terbaik mereka dengan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri, termasuk saat unggul game point 20-18 di game pertama.  Penampilan mereka kian menurun usai kehilangan game pertama. Praveen/Melati membuat Lamsfuss/Hertrich begitu mudah mendapatkan angka.
“Dari awal kami sudah menyerang dan unggul 20-18, dari situ kesusul sampai akhir game kedua kami tidak bisa keluar dari tekanan,” kata Praveen setelah pertandingan.
“Lawan lebih nekad, kami terlalu hati-hati, sehingga lawan bisa tampil lepas. Seharusnya bisa game, jadi nggak game, itu yang kami rasakan,” tuturnya.
Melati menuturkan bahwa penampilan lawan tak banyak berbeda dengan pertemuan mereka sebelumnya di All England 2019. Kala itu Praveen/Melati menang dengan skor 21-11, 21-17.
Praveen/Melati memasang target untuk minimal mencapai babak semifinal dulu. Sayangnya target tersebut belum dapat terpenuhi.
“Dari awal memang kami nggak mau mikir lawan bagaimana-bagaimana, siapkan diri kami sendiri, individu masing-masing. Namanya pasang target kan boleh, kalau sampai di sini, kami harus banyak evaluasi lagi,” kata Praveen.
“Kalau nervous karena supporter sih tidak, kan mereka mau mendukung kami. Nervous-nya kami karena mau membuktikan, tapi terlalu over, jadi nggak keluar mainnya,” ucapnya.
Masih ada lima wakil ganda campuran yang akan bertanding Rabu (17/7). Mereka adalah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Ronald Alexander/Annisa Saufika dan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami. (dtc/bmt/jon)