PSSI Kabupaten Malang Terima Surel Hukuman Bambang Suryo


MALANG – Askab PSSI Kabupaten Malang sudah menerima surat elektronik yang menyatakan hukuman seumur hidup larangan beraktivitas di dunia sepakbola terhadap Bambang Suryo. Ketua PSSI Kabupaten Malang, Agusto Arie Frianto menegaskan, surel tersebut telah terkirim kepada sekretariat pada 19 Desember 2018 lalu.
“Kami sudah menerima surel tersebut, yang intinya memberi sanksi seumur hidup untuk saudara Bambang Suryo beraktivitas di dunia sepakbola,” kata Agusto kepada Malang Post kemarin. Dia merinci, Komdis PSSI membuat keputusan ini dengan dihadiri Asep Edwin Firdaus, Umar Husin, Eko Hendro dan Yusuf Bachtiar.
Dalam surat nomor 024/L3/SK/KD-PSSI/XII/2018, Bambang Suryo sebagai manajer Metro FC, dianggap melakukan pelanggaran disiplin terkait tingkah laku buruk ofisial. Dalam pertandingan PSN Ngada versus Persekam Metro FC, tanggal 26 November 2018, Bambang Suryo disinyalir menawarkan suap sepakbola agar PS Ngada menang.
Kronologi dalam keputusan Komdis, 10 November, pelatih PSN Ngada Kletus Gabhe, menerima WhatsApp dari Bambang Suryo berisi ucapan selamat sudah lolos 32 besar nasional. 21 November, Bambang Suryo kembali mengirim WA kepada Kletus, dengan pertanyaan, ada target lolos, sekaligus menyampaikan hal soal suap.
Jika Ngada ingin lolos, maka Kletus harus menyerahkan uang sejumlah Rp 100 juta. Atas tindakan ini, PSSI memanggil Bambang Suryo pada 19 Desember 2018 untuk menghadiri sidang komite disiplin demi meminta keterangan atas tindakan yang disebutkan. Namun, Bambang Suryo tidak datang.
Saat itu, Bambang Suryo hadir di acara Mata Najwa. PSSI mengakui Bambang Suryo sudah dihukum larangan aktivitas sepakbola seumur hidup pada 2015. Kali ini, keputusan kembali dibuat untuk menguatkan keputusan tahun 2015. Bambang Suryo, merujuk pasal 72 ayat 4 junto pasal 141 kode disiplin PSSI, dilarang ikut dalam aktivitas sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup.
Agusto menegaskan, Askab PSSI Kabupaten Malang sudah membuat tindakan, dengan memberhentikan Bambang Suryo dari jabatan sebagai manajer Metro FC. “Kami sudah berhentikan dia dari Metro FC. Kami mematuhi aturan dan keputusan yang dibuat oleh PSSI,” tutup Agusto.(fin)

Berita Terkait

Berita Lainnya :