Tambah Empat Pemanah Baru

 
JAKARTA – Tim panahan Merah Putih menambah komposisi skuadnya menyongsong Asian Games 2018. Empat pemanah terpilih melalui seleksi nasional yang digelar di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno 14-15 April. Mereka adalah M. Hanif Wijaya dan Aqidatul Izzah untuk tim recurve, lalu M. Rindarto dan Yurike Nina Bonita di tim compound.
Di nomor recurve, Hanif sebagai yang terbaik di sektor putra dengan total skor 1.079. Dia berhasil menyisihkan pesaingnya Alviyanto Bagas dari Jawa Tengah dan Bustanil Arifin dari Kalimantan Timur. Pemanah asal Jambi tersebut merupakan peraih emas Kejurnas Panahan di Aceh, November tahun lalu.
Sementara di bagian putri, Aqidatul Izzah pemanah asal Jawa Tengah lolos seleknas usai mengalahkan pemanah Jogjakarta Rizky Amalia. Izzah menorehkan total skor 925. Lebih tinggi dari Rizky yang hanya memperoleh 788.
Pada nomor compound putra, Rindarto bertengger di posisi pertama. Lalu diikuti Garincha Didi Nugroho dari Jawa Timur dan Baihalqi asal Jogjakarta. Kemampuan pemanah asal DKI Jakarta itu tak perlu diragukan lagi. Pada invitation tournament Asian Games Februari, dia meraih medali perunggu kategori beregu. Tak hanya itu, satu medali perunggu kategori beregu Kejuaraan Asia di Bangkok 2-9 Maret lalu berhasil dibawa pulang ke tanah air.
Di sektor compound putri, Bonita tampil dominan. Dia mencatatkan total skor 1.242 jauh meninggalkan dua pemanah lainnya Indri Purwati dengan  1.208 dan Rona Siska Sari yang memiliki skor 1.202. Bonita tercatat merupakan peraih 4 emas dan 1 perak di Kejurnas Panahan 2017, lalu mengoleksi 1 emas dan 1 perunggu pada invitation tournament Asian Games, dan satu medali perunggu dari nomor mix team Kejuaraan Asia 2018.
Kepala Pelatih Tim Panahan Denny Trisyanto menuturkan, empat atlet tersebut belum bisa berlatih bersama di pelatnas meski sudah lolos seleknas. Masih butuh proses untuk mereka bisa berlatih di Jakarta. 
”Tim pelatih dan pengurus akan mengadakan rapat lalu mengusulkan empat nama baru ke Kemenpora. Dan harus menunggu untuk diterima atau nggak,” ucapnya.
Alasannya yakni keterbatasan dana saat ini yang hanya mampu untuk membiayai 11 pemanah pelatnas.
”Dana terbatas. Tidak mungkin saya gunakan untuk 15 atlet. Kasihan mereka sudah latihan panas-panas gini butuh makan, biaya menginap, dan lain-lain,” ungkap pelatih 61 tahun itu.
Jika nantinya tambahan atlet tidak disetujui Kemenpora, lanjut Denny, terpaksa masing-masing Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) daerah asal atlet harus membantu membiayai. Dia ingin empat pemanah tambahan tersebut bisa ikut dibawa try out pada Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, Tiongkok dan Turki.
”Sebab untuk bisa bermain di Asian Games, pemanah harus mengikuti kejuaraan dunia supaya masuk daftar dan terakreditasi di Federasi Panahan Dunia (FITA),” jelasnya. (han/jpg/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :