Tim SMP Masuki Final Rector Cup ITN Malang


MALANG – Dibuka pada Sabtu (18/11), peserta ajang Rector Cup ITN Malang membludak. Tak hanya dari sekolah di Malang Raya, peserta juga berdatangan dari Probolinggo, Sidoarjo, dan Pasuruan. Bahkan, beberapa sekolah mengirim hingga dua tim untuk berlaga memperebutkan piala bergilir dan berbagai hadiah menarik.
Ketua pelaksana kegiatan, Ir. Fauzan Aziz mengatakan pertandingan akan dilaksanakan tiap Sabtu dan Minggu pada akhir pekan. Tujuannya agar tidak mengganggu jadwal pembelajaran sekolah peserta. Sebanyak 48 tim terbagi dalam 12 grup.
“Sampai hari Minggu, sudah ada nama-nama juara di masing-masing grup untuk tim tingkat SMP. Kami pertandingkan dulu tim mereka karena untuk SD dan SMA masih ada ujian,” ujarnya.
Pada Minggu, (26/11), akan dipertandingkan babak II sampai dengan final untuk peserta jenjang SMP. Setelah usai, maka akan dilanjutkan pertandingan pada jenjang SD, dan yang terakhir, di bulan Desember nanti baru akan dilaksanakan untuk jenjang SMA.
Aziz mengatakan, kemampuan yang dimiliki oleh peserta terbilang mumpuni. Beberapa dari mereka bahkan tergabung dalam berbagai sekolah sepak bola. Namun meski begitu, siswa mendaftar dalam tim sekolah. Satu sekolah dapat mengirimkan paling banyak dua timnya untuk berlaga di ajang ini.
“Mereka punya kemampuan yang bagus sekali. Ditambah ada coaching clinic dari Rahmad Darmawan, terlihat semangatnya makin membesar,” sambungnya.
Dalam pembukaan Rektor Cup ITN yang dilangsungkan pada Sabtu lalu, Rahmad Darmawan bahkan menyempatkan datang ke Malang di sela-sela kesibukan dengan timnya di Malaysia. Selain itu, hadir juga Moreno Soeprapto, anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda & olahraga, ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Untuk top score akan mendapatkan hadiah tambahan langsung dari Moreno. Kebetulan memang kegiatan ini ada dalam bidangnya beliau,” imbuhnya.
Antusiasme yang tinggi dari peserta yang berdatangan dari luar Malang Raya, tentu menjadi kebanggaan bagi ITN. Aziz mengatakan, bahkan ada beberapa tim yang ditolak.
“Kami memang mengadakan event ini dalam rangka hari Pahlawan. Peserta yang mendaftar juga tidak dipungut biaya atau gratis,” pungkasnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :